Rapat pemegang saham luar biasa yang digelar Rabu lalu akhirnya memutuskan siapa yang akan memegang kendali GoTo. Hans Patuwo, nama yang tak asing di internal perusahaan, resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk.
Penunjukan ini menandai peralihan kepemimpinan dari Patrick Walujo, yang sebelumnya memegang posisi puncak sejak diangkat dalam RUPS Juni 2023.
Sebenarnya, langkah Hans ke pucuk pimpinan ini bukanlah lonjakan tiba-tiba. Sebelum RUPSLB 17 Desember itu, ia sudah mengemban peran ganda sebagai Chief Operating Officer sekaligus Presiden On-Demand Services (ODS). Ia sudah bernapas dalam udara operasional perusahaan ini sejak lama.
Ya, Hans bukan pendatang baru. Jejaknya di ekosistem GoTo sudah dimulai sejak 2018, kala ia bergabung dengan Gojek sebagai COO. Fokus utamanya waktu itu? Menjaga roda operasional dan membangun ekosistem bagi para mitra driver. Ia tahu betul denyut nadi bisnis di lapangan.
Perjalanan kariernya terus berlanjut. Tiga tahun setelah posisi COO di Gojek, tepatnya pada 2021, amanahnya bertambah. Hans diberi tanggung jawab baru untuk mengembangkan lini GoTo Financial. Tugasnya mencakup pengawasan peluncuran bisnis pinjaman (lending) dan tentu saja, aplikasi GoPay yang sudah begitu akrab di masyarakat.
Ekspansi perannya semakin jelas pada RUPS Juli 2025. Dari sebelumnya ‘hanya’ COO, ia kemudian juga diangkat sebagai Presiden On-Demand Service. Sebuah persiapan menuju peran yang lebih besar, seperti yang kita lihat sekarang.
Menyikapi penunjukan ini, Hans menyampaikan pernyataan resmi.
“Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk mengemban tanggung jawab ini, dan saya ingin menyampaikan terima kasih kepada para pemegang saham, Dewan Komisaris, Direksi, serta seluruh keluarga besar GoTo atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan,” kata Hans.
Lantas, apa fokusnya sekarang? Memimpin emiten teknologi terbesar di Indonesia bukan tugas ringan. Hans menyebutkan, prioritasnya adalah mendorong eksekusi yang disiplin. Ia ingin memastikan nilai jangka panjang benar-benar terasa bagi semua pemangku kepentingan di dalam ekosistem raksasa ini.
Di sisi lain, ia tak melupakan fondasi utama perusahaan. Bagi Hans, mitra driver berada di garis terdepan. Mereka, bersama jutaan merchant dan konsumen yang bergantung setiap hari, adalah pilar kesuksesan GoTo.
Sebelum terjun ke dunia startup yang dinamis ini, latar belakang Hans cukup berbeda. Ia membangun karier profesionalnya di ranah konsultasi yang serba terstruktur, tepatnya sebagai Partner di firma konsultan global McKinsey & Company. Pengalaman itu tentu membentuk perspektif strategisnya sebelum akhirnya menceburkan diri ke Gojek.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020