Serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran ternyata membawa konsekuensi tak terduga bagi militer Amerika. Persediaan rudal-rudal andalan mereka, termasuk Tomahawk dan pencegat SM-3, mulai menipis. Hal ini terungkap di tengah eskalasi konflik yang terus berlanjut.
Laporan soal kelangkaan ini pertama kali diangkat oleh CNN. Media AS terkemuka itu mengutip seorang pejabat senior Pentagon yang enggan disebut namanya. Menurut pejabat tersebut, AS justru bersiap untuk meningkatkan intensitas serangan dalam 24 jam ke depan.
"Kami mengantisipasi peningkatan besar dalam operasi," ujar pejabat itu.
Meski begitu, di gudang senjata, stok rudal serang dan pertahanan terus berkurang. Situasi yang cukup ironis, mengingat fase awal serangan disebut-sebut sukses melumpuhkan pertahanan Iran.
Artikel Terkait
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling Senilai Rp183 Miliar di Tanjung Priok
Polda Metro Jaya Gunakan Peci, Jilbab, dan Tim Shalawat untuk Amankan Aksi di Ramadan
Indramayu Kokoh Sebagai Lumbung Ikan Jawa Barat, Kontribusi Capai 34%
Kapolda Banten Tinjau Persiapan Mudik Roda Dua di Pelabuhan Ciwandan