Malam Sabtu di Palembang, usai rangkaian Safari Ramadan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyambangi sebuah tempat nongkrong yang ramai. Bukan acara resmi, tapi momen ini justru dipakainya untuk bertemu langsung dengan para pengemudi ojek online. Lokasinya di Kedai Ado Presisi, Lorok Pakjo.
Dia tak sendirian. Beberapa pejabat tinggi Mabes Polri ikut mendampingi, seperti Kabaintelkam Komjen Yuda Gustawan dan Kadiv Humas Irjen Johnny Eddizon Isir. Mereka terlihat santai, menyusuri area kedai yang luasnya hampir 200 meter persegi itu.
Sebelumnya, lokasi ini cuma sekretariat biasa. Kini, di tangan Ketua ADO Sumsel M Asrul Gunawan yang juga pemilik lahannya, tempat itu menjelma jadi pusat aktivitas yang cukup lengkap. Ada ruang indoor, area outdoor, tempat istirahat, bahkan bengkel motor khusus untuk para driver. Letaknya strategis, persis di samping kantor Ditlantas Polda Sumsel.
Nah, kedai ini sebenarnya lebih dari sekadar tempat makan. Ini adalah wujud sinergi. Dibangun atas kepedulian, tempat ini jadi ruang interaksi antara polisi dan komunitas, terutama para mitra ojol, untuk membahas keamanan dan ketertiban.
Suasana malam itu cair. Jenderal Sigit kemudian duduk dan mengobrol dengan perwakilan driver dari berbagai platform; Gojek, Grab, Maxim, sampai Shopee. Topiknya beragam, dari keseharian hingga keluhan. Dia benar-benar ingin mendengar langsung, terutama soal tantangan mereka saat bekerja di malam hari.
"Ada informasi, ada Kedai ADO Presisi yang biasa digunakan untuk melayani teman-teman dari ojek. Makanya hari ini saya ingin tahu, tadi masuk dan kita ngobrol-ngobrol lah dengan teman-teman dari Ojek online untuk mengetahui kesehariannya, kemudian apa yang dibutuhkan, khususnya dari kepolisian, dan juga hal-hal yang mungkin bisa kita bawa ke pusat terkait dengan harapan-harapan dan keluhan dari teman-teman ojek online,"
Kata-kata Kapolri itu sekaligus menegaskan tujuan kunjungannya. Bukan sekadar seremonial.
Sebagai bentuk perhatian, sebelum beranjak, Kapolri membagikan lima puluh paket bantuan untuk komunitas ojol yang hadir. Menurutnya, langkah seperti ini penting. Upaya mendekatkan diri dengan semua lapisan masyarakat, termasuk pekerja informal yang punya andil besar menggerakkan roda ekonomi di daerah.
Artikel Terkait
Bonucci Usulkan Guardiola sebagai Solusi Radikal untuk Timnas Italia yang Terpuruk
Kasus Suap Impor Bea Cukai Jadi Momentum Perkuat Tata Kelola Sistem
DPR Tolak Wacana PPN Jalan Tol, Pemerintah Tegaskan Masih Tahap Kajian
Jasa Raharja Dorong Kemandirian Perempuan Korban Kecelakaan Lewat Program Pemberdayaan