Kasus penipuan wedding organizer yang melibatkan Ayu Puspita kembali mencuat. Polisi kini membeberkan salah satu modus andalannya, yang ternyata sederhana namun efektif: memanfaatkan promo jasa pernikahan.
Promo itu diumbar ke calon pengantin, janjinya menggiurkan. Harganya jauh lebih murah dari pasaran.
Sayangnya, itu cuma jebakan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Onkoseno Sukahar, mengonfirmasi hal ini. "Ya, promo-promo itu juga merupakan salah satu modus tersangka," ujarnya, Selasa lalu.
Menurut penjelasannya, Ayu menawarkan harga yang sangat terjangkau. Tapi pada praktiknya, janji manis itu tak pernah direalisasikan. "Memberikan promo dengan harga lebih murah. Pada kenyataannya tidak terlaksana," tegas Onkoseno.
Artikel Terkait
Petugas Pengadilan Negeri Jakpus Main Game Saat Jam Kerja, Pihak Pengadilan Lakukan Penelusuran
Arus Mudik Lebaran di Stasiun Jakarta Capai 52 Ribu Penumpang per Hari
Harga Sembako Melonjak di Pasar Lebak Jelang Idulfitri 2026
Karyawan Freeport Indonesia Santuni 700 Anak Yatim dan Dhuafa di Momen Ramadan