Harga Sembako Melonjak di Pasar Lebak Jelang Idulfitri 2026

- Rabu, 18 Maret 2026 | 13:15 WIB
Harga Sembako Melonjak di Pasar Lebak Jelang Idulfitri 2026

LEBAK, TVRINews – Menjelang Idulfitri 2026, suasana di pasar-pasar tradisional Kabupaten Lebak terasa berbeda. Bukan hanya keramaian yang bertambah, tapi juga desahan para ibu rumah tangga yang merogoh kocek lebih dalam. Harga kebutuhan pokok melonjak, dan yang paling terasa adalah minyak goreng dan telur ayam.

Di Pasar Sampay, Warunggunung, misalnya. Minyak goreng Minyakita yang seharusnya dijual dengan HET Rp15.700 per liter, kini dibanderol hingga Rp20.000. Padahal, minyak curah saja sudah menyentuh angka Rp18.000 per liter. Kenaikan ini jelas di luar batas kewajaran.

Tak cuma minyak. Barang-barang lain pun ikut merangkak naik. Telur ayam yang semula Rp30.000 per kilo, sekarang Rp32.000. Gula pasir naik dua ribu rupiah jadi Rp19.000. Bahkan tepung terigu, dari Rp10.000 menjadi Rp12.000 per kilogram. Semuanya serba naik.

Yudi, salah seorang pedagang di sana, mengaku kenaikan ini sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Menurutnya, ini pola yang hampir selalu berulang setiap tahun.

“Kenaikan sudah terjadi sejak beberapa hari ini. Biasanya karena harga dari distributor juga naik, ditambah permintaan masyarakat yang meningkat menjelang Lebaran,” ujarnya.

Di sisi lain, beban terberat tentu dirasakan oleh konsumen. Siti Aisyah, salah seorang warga yang berbelanja, mengeluh harus ekstra cermat mengatur anggaran belanja keluarga. Apalagi di momen Lebaran seperti ini, kebutuhan memang cenderung membengkak.

“Sekarang belanja harus lebih dikurangi, apalagi kebutuhan jelang Lebaran biasanya banyak. Harga naik semua, jadi harus pintar-pintar mengatur uang,” katanya.

Nuansa harapan pun muncul di tengah kekhawatiran. Warga seperti Siti berharap ada langkah nyata dari pemerintah untuk mengendalikan situasi. Bukan sekadar pengawasan, tapi juga memastikan stok barang tersedia cukup di pasaran.

“Kami berharap ada pengawasan harga dan distribusi yang lebih ketat, supaya harga bisa kembali normal dan tidak memberatkan masyarakat,” tambahnya.

Menjelang hari raya, situasi ini seperti menjadi ujian tahunan. Antara tradisi silaturahmi dan tekanan ekonomi yang kian terasa di pasar-pasar.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler