Malam Senin di Hambalang tak redup begitu saja. Dari kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto di kawasan itu, keluar perintah penting: Perusahaan Mineral Nasional atau Perminas harus diperkuat perannya. Ini bukan sekadar arahan biasa, melainkan langkah strategis yang digarisbawahi pemerintah dalam upaya mengelola kekayaan mineral tanah air.
Rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden itu memang khusus membahas agenda hilirisasi ke depan. Menurut siaran resmi dari Badan Komunikasi Pemerintah yang dikonfirmasi di Jakarta, Prabowo menegaskan bahwa penguatan Perminas adalah kunci. Tujuannya agar pengelolaan sumber daya mineral kita lebih terintegrasi dan, yang tak kalah penting, bisa memberikan nilai tambah yang nyata bagi perekonomian nasional.
"Presiden melangsungkan rapat terbatas terkait Perusahaan Mineral Nasional bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih untuk membahas berbagai agenda hilirisasi ke depan," bunyi pernyataan yang diunggah di akun media sosial @presidenrepublikindonesia.
Namun begitu, Presiden tak hanya bicara soal kelembagaan. Dalam forum yang sama, dia menekankan bahwa percepatan hilirisasi harus berjalan beriringan dengan pengembangan teknologi dalam negeri. Penguatan kapasitas industri dan peningkatan kualitas SDM juga jadi prasyarat mutlak.
"(Tujuannya, red.) agar Indonesia mampu berkembang menjadi pusat produksi dan inovasi sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional dan daya saing di tingkat global," begitu instruksi yang disampaikan Prabowo malam itu.
Suasana rapat terlihat serius. Di ruang pertemuan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia duduk di sisi kiri Presiden. Berhadapan langsung dengan kursi utama, hadir Kepala Badan Industri Mineral yang juga merangkap sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto.
Tak hanya mereka, daftar hadirnya pun panjang. Tercatat Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Seskab Teddy Indra Wijaya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa hadir. Dari sektor lain, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Agraria Nusron Wahid juga ikut serta.
Kehadiran sejumlah nama dari lingkaran pertahanan dan BUMN strategis turut menandai pentingnya pertemuan ini. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Agus Subiyanto, hingga Dirut PT Pindad Sigit P. Santosa hadir dalam diskusi. Komisaris Pertamina Hasan Nasbi juga terlihat duduk di antara para pejabat tinggi negara.
Agendanya sendiri ternyata cukup padat. Di sisi lain, selain fokus pada Perminas dan hilirisasi, rapat ini juga digunakan untuk mengevaluasi program swasembada energi dan pangan. Yang menarik, mereka bahkan sudah membahas kesiapan pemerintah menyambut Hari Raya Idulfitri yang masih cukup lama, yaitu pertengahan Maret 2026.
Seskab Teddy Indra Wijaya dalam keterangan terpisah menjelaskan lebih rinci. "Pertemuan strategis ini difokuskan pada dua agenda utama pemerintah, yaitu: progres swasembada, mengevaluasi perkembangan program swasembada pangan dan energi; kesiapan Idulfitri, memastikan ketersediaan bahan pangan dan pasokan LPG menjelang Hari Raya Idulfitri," katanya.
Jadi, malam di Hambalang itu bukan sekadar pertemuan rutin. Lebih dari itu, ia menjadi penanda arah kebijakan strategis di sektor mineral dan ketahanan nasional untuk tahun-tahun mendatang.
Artikel Terkait
Mojtaba Khamenei Peringatkan Perang Psikologis Musuh yang Targetkan Persatuan Nasional Iran
Perempuan Diduga Lompat ke Jurang di Bogor Usai Cekcok dengan Pria, Pencarian Masih Nihil
Rusia Ancam Targetkan Negara Eropa yang Terima Pengebom Nuklir Prancis
BPKH Bagikan Uang Saku Rp3,4 Juta per Jemaah Haji Embarkasi Solo