"Saya juga minta di setiap wilayah dibangun tempat pelayanan. Bisa berupa bengkel gratis atau cafe khusus ojol. Intinya, wadah untuk terus memperkuat kemitraan."
Tak cuma imbauan, ada instruksi konkret. Sigit menyoroti kerentanan pengemudi ojol terhadap aksi begal atau pencurian dengan kekerasan. Untuk mengantisipasinya, ia memerintahkan para Kapolda segera menyiapkan aplikasi panic button.
"Ini penting untuk melindungi rekan-rekan ojek online agar tidak jadi korban kejahatan di jalan," ujar Sigit.
Di sisi lain, upaya lain juga sudah dirintis. Polri telah mengembangkan Desk Ketenagakerjaan di tingkat Polda dan Polres. Tujuannya sederhana: agar masalah perburuhan dan hubungan industrial bisa ditangani dengan lebih cepat dan tepat.
"Desk ini punya kemampuan setara tingkat pusat," imbuhnya. Harapannya, penyelesaian masalah bisa dilakukan tanpa berbelit.
Serangkaian langkah itu, jika dijalankan, diharapkan tak hanya menciptakan rasa aman. Lebih dari itu, membangun kepercayaan antara penegak hukum dan para pekerja roda dua yang setiap hari menghadapi kerasnya jalanan.
Artikel Terkait
Polri Gandeng Himbara Buka Akses KUR untuk Petani Putus Rantai Tengkulak
Pohon Raksasa Tumbang di Jagakarsa, Satu Pengendara Motor Tewas
DPR Soroti Anggaran Rp 18,9 Triliun untuk Pemulihan Infrastruktur Pasca-Bencana di Sumbar
Banjir Rendam Kemang, Ratusan Kendaraan Terpaksa Putar Balik