Pencapaian itu, bagi Deborah, adalah langkah nyata. Jalan bagi sineas lokal untuk go international semakin terbuka.
Di sisi lain, Balinale 2026 yang akan digelar pada 1–7 Juni di Sanur, Bali, juga menyiapkan beberapa program baru. Salah satunya Bali Film Forum, yang dirancang sebagai ruang temu antara penulis cerita lokal dengan para pelaku industri global. Lokasi festival akan tersebar di beberapa titik seperti ICON Bali Mall, Cinema XXI, dan The Meru Sanur.
Bagi sineas yang ingin berpartisipasi, kesempatan masih terbuka. Pendaftaran karya melalui FilmFreeway diperpanjang hingga 15 Maret 2026. Kategorinya beragam, mulai dari Feature, Short Narrative, Documentary, hingga Animation.
Dengan dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Ekonomi Kreatif, harapannya jelas: Balinale akan terus menjadi ruang penting. Tempat di mana karya film Indonesia tidak hanya dikenal, tapi juga mampu bersaing di kancah yang lebih luas. Semoga.
(ELG)
Artikel Terkait
Kapolri Ajak Buruh dan Ojol Jaga Stabilitas Nasional, Siapkan Panic Button untuk Pengemudi
Wakil Ketua MPR Soroti Kesenjangan Gender dan Kekerasan pada Peringatan Hari Perempuan Internasional
Andre Rosiade: Kiriman Perantau Selamatkan Ekonomi Sumbar yang Lesu
Hujan Tak Halangi Pawai Ogoh-Ogoh, Gubernur DKI Ramaikan Festival Nyepi 2026