Malam di Tel Aviv pecah oleh raungan sirene yang memilukan. Langit yang tadinya gelap, tiba-tiba berpijar oleh cahaya ledakan-ledakan singkat. Iron Dome, sistem pertahanan udara Israel, bekerja keras menari-nari di angkasa, berusaha mencegat hujan rudal yang datang dari Iran.
Menurut stasiun televisi pemerintah Iran, sasaran serangan itu adalah "jantung Tel Aviv." Klaim itu sepertinya bukan omong kosong belaka. Laporan dari sejumlah media internasional, termasuk Aljazeera dan The Jerusalem Post pada Jumat (6/3/2026), menggambarkan kondisi sejumlah gedung di ibu kota Israel itu yang rusak parah. Puing-puing berserakan di mana-mana.
Serangan ini bukan yang pertama. Konflik antara kedua negara ini sudah memanas sejak akhir Februari lalu, tepatnya Sabtu (28/2). Kali ini, Iran disebut-sebut menggunakan rudal balistik jarak menengah seri Qadr. Rekaman video yang beredar luas menunjukkan bagaimana sistem pertahanan udara Israel berusaha menangkis rentetan proyektil yang menghujam. Suasana mencekam, tapi pertahanan mereka tampak masih berfungsi.
Di sisi lain, situasi di darat jelas kacau. Warga yang terbangun oleh sirene berhamburan mencari perlindungan. Suara dentuman keras silih berganti, mengiringi cahaya oranye yang sesekali menyala-nyala di cakrawala. Malam yang seharusnya sunyi, berubah menjadi panggung perang yang menegangkan.
Artikel Terkait
Menteri PU Buka Suara Soal Mundurnya Dua Dirjen, Tersangkut Dugaan Korupsi dan Pelanggaran Berat
Israel dan AS Serang Iran, Korban Jiwa Berjatuhan dan Balasan Hantam Tel Aviv
Trump Perluas Serangan ke Iran, Tuntut Penyerahan Tanpa Syarat
Menteri Perhubungan Peringatkan Ketegangan Timur Tengah Bisa Picu Kenaikan Harga Tiket Pesawat