Jakarta Menjelang Lebaran 2026, suasana di mal dan pusat perbelanjaan mulai terasa berbeda. Pengunjung berdatangan, suasana riuh, dan para pengusaha ritel bersiap menyambut lonjakan transaksi yang biasa terjadi di momen Idulfitri. Tapi di balik euforia itu, ada bayangan yang sudah menanti: musim sepi yang panjang usai hari raya.
Menurut Budihardjo Iduansjah, Ketua Umum Hippindo, awal tahun 2026 memang akan jadi periode sibuk. Imlek, Capgome, Ramadan, dan Lebaran berjejalan dalam waktu berdekatan. Pola serupa diprediksi bakal berlanjut di tahun-tahun berikutnya.
"Kita harus mikir dari sekarang," ujar Budihardjo.
"Puasa dan lebaran tahun depan kan makin mepet. Stok barang harus banyak di Januari, dan harus cukup sampai Maret."
Pernyataan itu disampaikannya dalam konferensi pers program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026, di Mal Senayan City, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Karena itu, koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dinilai krusial. Tujuannya jelas: agar momentum jualan yang datang sekaligus itu tidak terlewatkan begitu saja.
Di sisi lain, musim sepi pasca-lebaran tak bisa dianggap enteng. Alphonzus Widjaja dari APPBI mengakui hal ini. Dia bilang, para pengelola mal sudah menyiapkan beberapa jurus untuk menghadapi low season yang akan datang.
Artikel Terkait
Menteri dan Ribuan Warga Buka Puasa Bersama di Masjid Raya Baiturrahman yang Baru Ditetapkan sebagai Cagar Budaya
Gempa Magnitudo 3,8 Guncang Bulungan, Getaran Terasa hingga Tanjung Selor
Lebih dari 14.700 Jemaah Umrah RI Telah Dipulangkan, 158 Orang Masih Menunggu Penjadwalan
Ribuan Pemuda Jerman Turun ke Jerman Tolak Wacana Wajib Militer