Strateginya? Memanfaatkan momen libur sekolah anak-anak di Juni-Juli nanti. "Pasti akan ada banyak promo untuk menarik pengunjung," katanya.
Tak cuma itu. Rencananya, akan digelar juga Indonesia Shopping Festival pada Agustus. Lalu, ada kerja sama dengan Kementerian Pariwisata untuk event Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) sekitar September-Oktober.
"Ini upaya kami mengantisipasi low season yang diperkirakan cukup panjang," jelas Alphonzus.
Merespons hal ini, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan komitmennya. Kemendag, katanya, akan terus bergandengan tangan dengan para peritel untuk menjaga geliat penjualan.
Dukungan konkret salah satunya lewat program BINA Lebaran 2026, yang berlangsung 6 hingga 30 Maret. Target transaksinya tak main-main: sekitar Rp53 triliun.
"Dengan begitu, peluang menjual produk dalam negeri dan mendongkrak daya beli masyarakat bisa terus kita kejar," pungkas Budi usai acara.
Jadi, ceritanya tahun depan ini seperti rollercoaster. Awal tahun dipadati momen belanja, lalu diikuti periode yang mengharuskan para pengusaha mal berpikir lebih keras agar dagangan tetap laris.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Larang Pejabat Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran
JK Desak Indonesia Ambil Sikap Tegas Dukung Iran dalam Konflik Internasional
Bank Nano Syariah Luncurkan Gerakan Generasi Syariah untuk Gaet Anak Muda
Gubernur DKI Buka Final Festival Bedug 2026, 16 Grup Berlaga di TIM