Gubernur DKI Buka Final Festival Bedug 2026, 16 Grup Berlaga di TIM

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 11:10 WIB
Gubernur DKI Buka Final Festival Bedug 2026, 16 Grup Berlaga di TIM

Suasana Taman Ismail Marzuki pagi itu ramai oleh dentuman ritmis. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, hadir membuka langsung Festival Bedug Tingkat Provinsi DKI Jakarta 2026. Ajang yang dinanti-nanti ini akhirnya memasuki babak final, dengan enam belas grup terbaik siap unjuk kebolehan.

“Alhamdulillah pagi hari ini kita semua menyaksikan final untuk Festival Bedug tingkat provinsi yang diikuti oleh 16 peserta,” ujar Pramono, Sabtu (7/3/2026).

Menurutnya, festival semacam ini adalah upaya konkret Pemprov DKI untuk merawat tradisi sekaligus menyemarakkan bulan Ramadan. Ia berharap gelaran budaya ini bisa terus lestari.

“Menurut saya luar biasa, mudah-mudahan tradisi-tradisi festival bedug seperti ini di Jakarta akan terawat dengan baik,” tambahnya penuh harap.

Perjalanan menuju babak final ini sendiri tidak singkat. Awalnya, tercatat 93 grup dari berbagai penjuru Jakarta mendaftar. Mereka harus melewati saringan ketat di tingkat kota dan kabupaten administrasi pada 24 Februari lalu. Hasilnya? Enam belas grup dengan performa terbaik berhasil melenggang ke tingkat provinsi seperti yang kita saksikan sekarang.

Namun begitu, pesta bunyi bedug ini belum berakhir. Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary, mengungkapkan bahwa semua finalis hari ini akan kembali tampil dalam momen yang lebih besar.

“Semua peserta yang hadir pada hari ini akan tampil ketika malam takbiran di Bundaran HI untuk memeriahkan malam takbiran,” jelas Miftahulloh.

Di sisi lain, Pemprov DKI juga menyiapkan apresiasi yang tak main-main untuk para pemenang. Juara pertama berhak membawa pulang dana pembinaan sebesar Rp 25 juta. Posisi kedua dan ketiga mendapatkan Rp 20 juta dan Rp 15 juta. Bahkan, ada juga penghargaan harapan dengan nilai hingga Rp 12,5 juta. Hadiah ini tentu menjadi penyemangat sekaligus bentuk dukungan terhadap pelaku seni.

Pada intinya, festival ini bukan sekadar lomba. Lebih dari itu, ia adalah ruang kreativitas bagi generasi muda untuk mengolah seni tradisional di bulan yang penuh berkah. Melestarikan tradisi tabuh bedug, tapi dengan semangat kekinian yang segar.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar