Kuwait baru saja mengumumkan angka yang cukup mencengangkan. Sebanyak 67 personel militernya mengalami luka-luka, semua terjadi sejak serangan balasan Iran dimulai. Kolonel Saud Al-Atwan, juru bicara Kementerian Pertahanan, yang mengonfirmasi hal ini pada Jumat lalu.
“Enam puluh tujuh personel militer Kuwait telah terluka sejak awal serangan,”
Begitu penjelasan Al-Atwan, seperti dilaporkan kantor berita AFP. Soal di mana tepatnya insiden itu terjadi, ia tak memberikan rincian lebih lanjut.
Namun begitu, yang jelas, negara kecil di Teluk itu ternyata paling banyak menanggung beban. Jumlah korban luka mereka disebut yang tertinggi di kawasan sejak konflik memanas. Belum lagi korban jiwa. Dari total 13 kematian yang tercatat di wilayah Teluk, delapan di antaranya justru terjadi di Kuwait.
Artikel Terkait
Wakil Ketua MPR Imbau Masyarakat Tenang, Pastikan Pasokan BBM Nasional Aman
Menteri Luar Negeri Iran Tantang AS dan Israel: Kami Justru Menunggu Kedatangan Mereka
Liverpool Lolos ke Perempat Final Piala FA Usai Balas Dendam ke Wolverhampton
Tiga Pasukan Perdamaian PBB Terluka dalam Serangan ke Pangkalan UNIFIL di Lebanon Selatan