Angka itu mencakup empat prajurit AS, dua tentara Kuwait, dan dua warga sipil biasa. Washington sendiri mengakui telah kehilangan enam anggota militernya dalam perang ini.
Di sisi lain, upaya pertahanan Kuwait terbilang sibuk. Menurut juru bicara tadi, sejak Sabtu lalu mereka sudah berhasil mendeteksi dan menangani 212 rudal balistik serta 394 drone. Sebuah pekerjaan yang sangat berat untuk negara dengan luas geografis tak terlalu besar.
Kehadiran militer AS di Kuwait sendiri bukan hal baru. Hubungan itu sudah terjalin puluhan tahun, tepatnya sejak Washington membantu membebaskan Kuwait dari invasi Irak di tahun 1990. Sejak saat itu, keberadaan pasukan Amerika di sana menjadi hal yang signifikan dan terus berlanjut hingga kini.
Artikel Terkait
Wakil Ketua MPR Imbau Masyarakat Tenang, Pastikan Pasokan BBM Nasional Aman
Menteri Luar Negeri Iran Tantang AS dan Israel: Kami Justru Menunggu Kedatangan Mereka
Liverpool Lolos ke Perempat Final Piala FA Usai Balas Dendam ke Wolverhampton
Tiga Pasukan Perdamaian PBB Terluka dalam Serangan ke Pangkalan UNIFIL di Lebanon Selatan