Nah, soal imbauan, poinnya tegas. Pertama, untuk sektor tenggara. Aktivitas apa pun dilarang di sepanjang aliran Besuk Kobokan, dalam jarak 13 kilometer dari puncak. Jangan coba-coba mendekat.
Kedua, terkait sempadan sungai. Masyarakat harus menjauh minimal 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Ini antisipasi jika awan panas tiba-tiba meluas.
Ketiga, area radius 5 kilometer dari kawah harus steril. Zona ini berbahaya karena ancaman lontaran batu pijar yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Lana juga mengingatkan satu hal yang kerap diabaikan: lahar dingin. Potensinya meningkat di sungai-sungai berhulu di Semeru seperti Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat apalagi jika hujan deras mengguyur daerah hulu.
Hingga berita ini dibuat, pemantauan ketat masih terus dilakukan. Tim Badan Geologi mengawasi setiap perkembangan seismik secara real-time, berharap bisa memberi peringatan sedini mungkin bagi warga yang tinggal di lerengnya.
Penulis: Fityan | Editor: Redaksi
Artikel Terkait
Lebih dari 1.200 Tewas dalam Serangan AS-Israel, Iran Klaim Banyak Sasaran Sipil Hancur
Bareskrim Serahkan Rp 58,1 Miliar Hasil Rampasan Judi Online ke Kejaksaan Agung
Ketua Umum MUI Dukung Politik Bebas Aktif Presiden, Serukan Persatuan Hadapi Gejolak Global
Disdik DKI Cairkan KJP Plus Tahap I 2026 untuk 707.477 Siswa