Lumajang, Jawa Timur – Status Siaga kembali dikeluarkan untuk Gunung Semeru. Warga diimbau keras untuk menjauhi zona bahaya, terutama di sepanjang aliran sungai.
Pagi itu, Jumat 6 Maret 2026, Semeru kembali bergolak. Tepat pukul 04.01 WIB, gunung tertinggi di Jawa itu mengeluarkan suara gemuruh dan melontarkan abu vulkanik ke angkasa. Kolom abunya membubung tinggi, sekitar 400 meter dari puncak kawah.
Menurut Kepala Badan Geologi, Lana Saria, ketinggian kolom abu itu teramati mencapai 4.076 meter di atas permukaan laut. Warnanya putih hingga kelabu, dengan intensitas yang cukup pekat.
"Arahnya ke timur," jelas Lana dalam keterangannya.
"Awan abu ini melintasi Besuk Kobokan, jalur penghubung vital antara Lumajang dan Malang."
Di balik letusannya yang terlihat, data instrumental mencatat getaran dengan amplitudo maksimum 20 milimeter. Gempa letusannya sendiri berlangsung sekitar 67 detik. Cukup singkat, tapi ini sinyal jelas bahwa tekanan di dalam perut gunung itu belum stabil. Fluktuasinya masih perlu diwaspadai.
Makanya, status Level III atau Siaga tetap dipertahankan. Ancaman bahaya, kata Badan Geologi, bisa berubah kapan saja. Utamanya dari material pijar dan aliran masa cair yang bisa meluncur tak terduga.
Artikel Terkait
Lebih dari 1.200 Tewas dalam Serangan AS-Israel, Iran Klaim Banyak Sasaran Sipil Hancur
Bareskrim Serahkan Rp 58,1 Miliar Hasil Rampasan Judi Online ke Kejaksaan Agung
Ketua Umum MUI Dukung Politik Bebas Aktif Presiden, Serukan Persatuan Hadapi Gejolak Global
Disdik DKI Cairkan KJP Plus Tahap I 2026 untuk 707.477 Siswa