Kehadiran Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dalam acara itu menegaskan sesuatu yang lebih dari sekadar ritual. Baginya, Pantai Ngobaran adalah simbol nyata yang hidup.
“Ini wujud nyata keberagaman dan praktik langsung kerukunan umat beragama,” kata Endah.
Lokasi itu, katanya, bukan cuma tempat ibadah. Tapi juga ruang harmoni di mana masyarakat belajar berdampingan, sekaligus destinasi wisata yang punya cerita.
Melihat antusiasme dan nilai budaya yang kental, Pemkab Gunungkidul bahkan berencana memasukkan Upacara Melasti ke dalam kalender event pariwisata daerah. Sebuah langkah untuk melestarikan sekaligus mengenalkan kearifan lokal kepada khalayak yang lebih luas.
Usai prosesi penyucian dan labuhan suci di pantai, perjalanan spiritual ini belum berakhir. Rangkaian berlanjut dua minggu ke depan. Umat Hindu akan berkumpul lagi, kali ini di Candi Prambanan, untuk menggelar Tawur Agung Kesanga. Sebuah perjalanan dari laut ke candi, menyambut kedamaian Tahun Baru.
Artikel Terkait
Negara-Negara Teluk Hadapi Dilema Balas Dendam Usai Serangan Iran
Mossad Diduga Retas CCTV Teheran untuk Lacak Pengawal Pejabat Iran
Pengusaha Restoran Sydney Digugat Atas Dugaan Penunggakan Upah Pekerja Migran Rp1,7 Miliar
Bupati Pekalongan Bantah Di-OTT KPK, Klaim Sedang Bertemu Gubernur Jateng