Nah, fase selanjutnya bakal lebih berat. Targetnya bergeser ke fasilitas produksi rudal, pabrik drone, dan kekuatan Angkatan Laut Iran. Semua target itu tentu butuh amunisi yang tidak sedikit.
Di sisi lain, ini bukan satu-satunya masalah. Sistem pertahanan udara Patriot juga ikut-ikutan langka. Penyebabnya? Perang di Ukraina. Selama empat tahun bertahan dari serangan Rusia, pasukan Ukraina telah menghabiskan sebagian besar pasokan rudal pencegat yang disuplai AS. Akibatnya, stok di Pentagon ikut terkuras.
Sampai saat ini, baik Pentagon maupun Gedung Putih belum memberikan komentar resmi. Namun, laporan serupa sudah beredar di sejumlah media, seperti Middle East Monitor dan TRT World dari Turki. Anadolu Agency juga memberitakan hal yang sama, Rabu lalu.
Jadi, situasinya rumit. Di satu front, operasi militer harus terus digenjot. Di sisi lain, persediaan amunisi kritis justru menipis. Sebuah dilema klasik dalam peperangan modern.
Artikel Terkait
Bupati Pekalongan Bantah Di-OTT KPK, Klaim Sedang Bertemu Gubernur Jateng
Bupati Pekalongan Jadi Tersangka KPK, Beralasan Tak Paham Aturan karena Latar Belakang Dangdut
Polda Banten Imbau Pemudik Motor Matikan Mesin Saat Antre Kapal Cegah Keracunan CO
Konflik Israel-Iran Meluas, Korban Jiwa Capai Ratusan dan Pasar Global Guncang