Di sisi lain, ia juga mengingatkan aparat di lapangan untuk bersikap tegas. "Jangan ragu-ragu. Ya, sudah saatnya kita bertindak tegas," ujar Tomsi.
Ia menegaskan, tindakan tegas seperti pencabutan izin usaha bisa dilakukan terhadap distributor nakal yang terbukti mempermainkan harga bahan pokok. Itu bentuk kejahatan ekonomi yang tak bisa ditoleransi.
Meski demikian, apresiasi tetap mengalir. Tomsi menyebut kinerja kementerian, lembaga, dan pemda patut diacungi jempol. Mayoritas harga komoditas utama masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP). Bahkan, kondisi harga pangan Ramadan tahun ini dinilai lebih terjangkau dibandingkan tahun 2025.
"Oleh sebab itu, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh kementerian/lembaga beserta seluruh jajaran pemerintah daerah yang sudah berusaha sekeras-kerasnya," ucapnya.
Dengan tren yang relatif stabil ini, harapannya jelas. Momentum Ramadan hingga Lebaran bisa dilewati tanpa goncangan harga yang berarti. Daya beli masyarakat pun diharapkan tetap terjaga. Tapi semua itu, sekali lagi, bergantung pada konsistensi pengawasan di sisa waktu yang ada.
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Adhiya Muzzaki Divonis Bebas dalam Kasus Perintangan Penyidikan Korupsi
Menlu Perintahkan Evakuasi 15 WNI dari Teheran, Prosesnya Terkendala Penutupan Ruang Udara
Pemerintah Tegaskan Politik Bebas Aktif dan Dukungan untuk Palestina Pasca Pertemuan dengan Mantan Presiden
Hassan Wirajuda Soroti Syarat Kunci Mediasi Damai: Penerimaan Para Pihak yang Bertikai