Gubernur Pramono Anung Apresiasi Harmoni Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Glodok

- Selasa, 03 Maret 2026 | 18:25 WIB
Gubernur Pramono Anung Apresiasi Harmoni Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Glodok

Suasana di kawasan Pancoran Chinatown, Glodok, Selasa (3/3/2026) sore itu benar-benar ramai. Warna merah dan emas mendominasi, diiringi bunyi genderang dan gemerincing liong. Di tengah kerumunan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terlihat hadir, didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi. Mereka datang untuk merayakan puncak perayaan Imlek, Cap Go Meh.

Tak cuma mereka, pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah wajah familiar lain. Mantan Gubernur Anies Baswedan hadir, begitu pula Fauzi Bowo dan Sutiyoso. Dari jajaran pemerintah pusat, tampak Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronika Tan, serta Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar. Rupanya, acara ini menyedot perhatian banyak kalangan.

Sebelum pidato dimulai, panggung sempat diramaikan oleh pertunjukan barongsai yang enerjik dan ondel-ondel Betawi. Perpaduan budaya itu seolah menjadi pembuka yang tepat untuk tema yang diangkat: harmoni.

Dalam sambutannya, Pramono Anung tak bisa menyembunyikan kekagumannya pada kemeriahan Imlek tahun ini.

"Yang namanya Imlek belum pernah semeriah ini. Baik itu diadakan di Lapangan Banteng, di Bundaran HI, di SCBD, di pusat-pusat pertokoan yang ada. Kami merasakan bahwa kehidupan harmonisasi keberagaman di Jakarta sekarang ini sungguh sangat baik," ujar Pramono.

Dia pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya pada para panitia dan inisiator acara. Menurutnya, komunitas Tionghoa punya kontribusi yang tidak kecil dalam membangun wajah Jakarta seperti sekarang.

Hal menarik lainnya adalah transisi yang mulus dari suasana Imlek menuju Ramadan. Ornamen-ornamen khas Imlek, kata Pramono, ditata dan diturunkan dengan tertib jelang bulan suci umat Islam itu. Ini menunjukkan keseimbangan yang terjaga dengan baik di Ibu Kota.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar