Di sisi lain, Gubernur juga melihat potensi besar kawasan Glodok. Dengan sejarahnya yang kaya, daerah ini bisa jadi destinasi wisata budaya yang menarik. Apalagi, dukungan transportasi publik yang menghubungkan Kota Tua hingga Monas semakin memudahkan akses.
Pramono lantas mengingatkan, kemeriahan yang kita nikmati sekarang ini bukan datang begitu saja. Ada peran penting dua pemimpin nasional di masa lalu.
Dia menyebut kebijakan Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid, yang mencabut larangan perayaan Imlek. Lalu, langkah Presiden Megawati Soekarnoputri yang menetapkannya sebagai hari libur nasional.
"Karena itulah hari ini kita bisa merayakan Cap Go Meh dengan meriah dan terbuka seperti sekarang," ucapnya.
Di penghujung acara, harapannya sederhana namun penuh makna. Pramono berharap perayaan Cap Go Meh 2026 membawa berkah keberuntungan, kedamaian, dan tentu saja kesejahteraan bagi semua warga Jakarta.
"Selamat merayakan Cap Go Meh tahun 2026. Semoga perayaan ini membawa kedamaian, kebahagiaan, kesehatan, keberuntungan bagi kita semua. Gong Xi Fa Cai. Xin Nian Kuai Le," tutupnya.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Yaqut Tuntut Pembatalan Status Tersangka, Sebut Bukti KPK Cacat Hukum
KPK Tangkap Tangan Bupati Pekalongan Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Outsourcing
Dua Pengacara Divonis 14 dan 16 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Hakim Minyak Goreng
Presiden Prabowo Gelar Pertemuan Silaturahmi dengan Mantan Kepala Negara dan Pimpinan Parpol