Aktivis: Serangan AS-Israel ke Iran Bertujuan Lumpuhkan Dukungan untuk Gaza

- Selasa, 03 Maret 2026 | 20:40 WIB
Aktivis: Serangan AS-Israel ke Iran Bertujuan Lumpuhkan Dukungan untuk Gaza

JAKARTA – Muhammad Husein, seorang aktivis Pro Palestina, membeberkan analisisnya terkait serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Intinya, menurut dia, serangan itu bukan soal nuklir atau rezim. Tujuannya lebih mendasar: memotong akar kekuatan yang selama ini menyokong Gaza.

Husein melihat Iran punya peran krusial. Selama bertahun-tahun, negara itu memberikan dukungan berupa senjata dan pasokan logistik ke Gaza. Bantuan inilah yang membuat AS dan Israel merasa Gaza tak sepenuhnya bisa mereka kuasai. Gaza tetap bertahan.

"Arahnya tujuan utama yang saya baca AS-Israel menyerang Iran bukan karena uraniumnya, bukan karena masalah rezim," ujarnya.

Lalu dia melanjutkan, "Tapi masalah keputusan mereka mendukung perjuangan Gaza selama 1 dekade terakhir."

Pernyataan itu disampaikan Husein dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, serangan terhadap Iran mungkin tak akan terjadi seandainya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tidak ikut campur. Israel punya agenda lama, yaitu menguasai seluruh tanah Palestina. Gaza menjadi penghalang besar.

"Kalau Khamenei tidak menyuplai senjata, logistik ke Gaza, jadi Gaza yang menjadi titik sumber masalah bagi Israel," jelas Husein.

Namun begitu, kenyataannya berbeda. Dukungan Iran itu membuat Gaza bagai duri dalam tenggorokan Israel mengganjal, menyakitkan, dan sulit ditelan. Situasi ini yang memicu kemarahan.

Kesimpulannya, Husein meyakini motif AS dan Israel cukup jelas. Mereka ingin menghancurkan Iran bukan untuk sekadar menunjukkan kekuatan.

"Mereka mau eksekusi menghancurkan akar dari kekuatan Gaza yang mereka yakini adalah Iran," tegasnya.

Jadi, serangan itu dilihatnya sebagai upaya untuk melumpuhkan pendukung utama Gaza. Jika akarnya tercabut, maka cita-cita menguasai Palestina dianggap akan lebih mudah terwujud. Itulah analisis yang dia sampaikan, sebuah pandangan yang menggambarkan konflik ini dari sudut yang berbeda.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar