Wabup Bone Pimpin Rapat TPID, Fokuskan Pengawasan Harga Sembako Jelang Ramadhan

- Selasa, 03 Maret 2026 | 21:00 WIB
Wabup Bone Pimpin Rapat TPID, Fokuskan Pengawasan Harga Sembako Jelang Ramadhan

WATAMPONE – Di tengah suasana menjelang Ramadhan, Pemerintah Kabupaten Bone mulai bergerak cepat. Kali ini, Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin memimpin langsung rapat teknis Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Rapat digelar di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati, Selasa (3/3/2026) lalu.

Tak cuma dihadiri jajaran perangkat daerah, pertemuan itu juga diisi oleh perwakilan dari Bulog dan BPS. Intinya, semua pihak yang berkepentingan dengan stabilitas harga hadir.

Memang, bulan puasa dan Lebaran kerap jadi momen rawan. Permintaan terhadap bahan pangan pokok melonjak drastis. Menyikapi hal itu, Wabup Andi Akmal menekankan pentingnya respons yang tak boleh lambat. TPID diminta untuk segera mengambil langkah-langkah konkret.

“Sampaikan secara berkala informasi perkembangan harga dan pasokan secara transparan kepada masyarakat,” tegasnya.

Poinnya jelas: masyarakat harus tahu kondisi terkini. Transparansi informasi dianggap sebagai salah satu kunci mencegah kepanikan.

Fokus pengawasan pun ditetapkan. Beberapa komoditas yang paling sering jadi sorotan masuk dalam daftar, seperti beras, minyak goreng, gula, hingga daging ayam dan telur. Jangan lupa cabai merah dan bawang merah, yang harganya mudah sekali melambung.

Menurut laporan awal, stok untuk komoditas-komoditas itu secara umum masih aman. Tapi, kata ‘aman’ ini tentu tak boleh membuat semua pihak lengah. Karena itu, pengawasan di lapangan akan diperketat. Sidak ke pasar-pasar tradisional maupun modern akan jadi menu rutin.

Di sisi lain, operasi pasar juga akan dimaksimalkan. Andi Akmal menginstruksikan agar kerja sama dengan dinas terkait dan Bulog diperkuat. Tujuannya, menyediakan barang-barang pokok mulai dari beras, daging, hingga telur dengan harga yang lebih wajar, bahkan di bawah pasaran.

Kolaborasi antar instansi juga ditegaskan kembali. Menurut Wabup, sinkronisasi data atau ‘satu data’ mutlak diperlukan. Kebijakan pengendalian inflasi harus berdasar pada informasi yang akurat dan sama, tidak boleh tumpang-tindih.

“Kami berharap stok bahan pangan tidak diperjualbelikan ke luar daerah agar tidak terjadi lonjakan atau permainan harga sembako di masyarakat Kabupaten Bone,” tegasnya lagi.

Nada tegasnya jelas. Pemerintah tak ingin ada spekulasi atau permainan yang merugikan warga.

Untuk beberapa pekan ke depan, monitoring dan evaluasi akan dilakukan secara berkala. Pemantauan harga akan berlangsung sepanjang Ramadhan hingga Idul Fitri nanti. Pengawasan terhadap kemungkinan penimbunan juga tak akan kendor. Sebab, praktik semacam itu bisa memicu kelangkaan dan kenaikan harga yang sulit dikendalikan.

“Kami akan memastikan ketersediaan bahan pokok mencukupi selama bulan suci Ramadhan hingga Lebaran, sekaligus menjamin kualitas pangan yang aman, sehat, dan higienis bagi masyarakat,” pungkas Andi Akmal menutup rapat.

Semua langkah itu diambil dengan satu harapan: masyarakat Bone bisa menjalani ibadah dan merayakan hari raya dengan tenang, tanpa dibebani kekhawatiran akan harga sembako yang melambung tinggi.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar