Suara ledakan keras tiba-tiba mengguncang kawasan Dusun Cuet, Desa Plosojenar, Ponorogo, Minggu sore kemarin. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul lima lewat seperempat itu berakhir tragis: satu orang remaja tewas, sementara beberapa warga lainnya mengalami luka-luka.
Lokasi kejadian adalah rumah salah seorang warga. Suaranya begitu kencang, membuat warga sekitar berhamburan keluar.
Kamituwo setempat, Siswanto, mengonfirmasi identitas korban yang meninggal dunia.
"Korban tewas adalah Rifai, usianya baru 16 tahun," ujar Siswanto.
Ia menceritakan detik-detik setelah ledakan. Saat ditemukan, Rifai masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Ibunya dan sang kakak berusaha menolong, mendekapnya di halaman depan rumah. Sayangnya, upaya itu sia-sia. Kondisi lukanya terlalu parah.
"Posisi korban masih di depan rumah, belum meninggal, cuma didekap sama ibu dan kakaknya. Tapi akhirnya meninggal karena tidak ada pertolongan," tuturnya.
Di sisi lain, ada juga kisah yang berujung lebih baik. Seorang korban lain bernama Toni, warga Kecamatan Sukorejo, berhasil diselamatkan. Dengan sigap, Siswanto sendiri yang mengantarnya ke Rumah Sakit Bantarangin menggunakan motornya.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan. Suasana di lokasi kejadian tampak pilu, meninggalkan duka bagi keluarga dan warga sekitar.
Artikel Terkait
Indonesia Tawarkan Kerja Sama Infrastruktur ke Rusia, dari Giant Sea Wall hingga Perkeretaapian
Wamendagri Dorong Maluku Optimalkan Potensi Maritim Jadi Motor Ekonomi Daerah
Wakil Ketua Komisi VI DPR Desak Realisasi Flyover Padang Lua Atasi Kemacetan Puluhan Tahun
Penyidik Periksa Mantan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana Selama Lima Jam di Rutan