Wakil Ketua Komisi VI DPR Desak Realisasi Flyover Padang Lua Atasi Kemacetan Puluhan Tahun

- Jumat, 05 Juni 2026 | 13:25 WIB
Wakil Ketua Komisi VI DPR Desak Realisasi Flyover Padang Lua Atasi Kemacetan Puluhan Tahun

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendesak agar pembangunan Flyover Padang Lua di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, segera direalisasikan sebagai solusi konkret mengatasi kemacetan yang telah berlangsung puluhan tahun. Menurutnya, persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi mengganggu pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kita harus mencari solusi konkret. Puluhan tahun persoalan ini tidak selesai. Jangan sampai pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat terganggu hanya karena kemacetan di Padang Lua,” ujar Andre dalam rapat koordinasi bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat dan sejumlah kepala daerah di Kantor BPJN Sumbar, Padang Timur, Kota Padang, Jumat (5/6/2026).

Andre menekankan bahwa kemacetan di jalur utama penghubung Padang, Bukittinggi, Agam, dan daerah sekitarnya tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak langsung pada arus logistik dan perekonomian. “Rakyat tidak butuh konten, rakyat butuh hasil nyata dari para pejabat,” tegasnya.

Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas II Padang Hendrialdi, Bupati Agam Benny Warlis, Bupati Solok Jon Firman Pandu, serta jajaran pemerintah daerah dan instansi terkait. Dalam kesempatan itu, Andre mengungkapkan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum kembali membuka peluang penganggaran pembangunan flyover setelah sempat tertunda. Ia juga menyebut PT KAI sebagai pemilik lahan pasar pada prinsipnya telah menyatakan dukungan terhadap proyek tersebut.

Menurut Andre, kepentingan masyarakat Sumatera Barat secara keseluruhan harus menjadi prioritas utama. Ia meminta semua pihak menghentikan perdebatan yang berkepanjangan dan fokus pada solusi yang dapat direalisasikan. “Ada kepentingan yang lebih besar daripada kepentingan segelintir pihak. Kita tentu melindungi pedagang Pasar Padang Lua, tetapi kita juga harus memikirkan jutaan masyarakat yang setiap hari melintasi jalur ini,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) itu.

Andre meluruskan anggapan bahwa pembangunan flyover akan memindahkan aktivitas Pasar Padang Lua ke lokasi lain. Menurutnya, pedagang yang terdampak hanya akan ditata ulang dan tetap ditempatkan di area yang masih berada dalam kawasan pasar yang sama. Ia berharap seluruh pihak dapat mempercepat penyelesaian persoalan lahan dan penataan kawasan agar proyek ini segera terwujud.

Sementara itu, Bupati Agam Benny Warlis menyatakan dukungannya terhadap upaya penyelesaian kemacetan di Padang Lua. Ia menjelaskan bahwa hasil pembahasan sebelumnya menunjukkan pembangunan flyover dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan milik PT KAI tanpa harus memindahkan pasar ke lokasi baru. “Yang perlu dipahami, tidak ada relokasi pasar ke tempat lain. Pedagang yang terdampak tetap berada dalam kawasan pasar yang sama, hanya dilakukan penataan agar pembangunan flyover bisa berjalan,” kata Benny.

Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai kajian teknis terkait pembangunan Flyover Padang Lua, termasuk pemanfaatan lahan PT KAI sebagai lokasi utama pembangunan pilar dan konstruksi. Menurut Elsa, BPJN bersama BTP, Pemerintah Kabupaten Agam, dan pihak terkait akan melakukan survei lapangan lanjutan untuk memastikan kebutuhan lahan dan desain teknis proyek sebelum dilaporkan kembali ke pemerintah pusat. “Kami akan memaksimalkan pemanfaatan lahan PT KAI dan minggu depan akan dilakukan survei lapangan bersama untuk memastikan seluruh kebutuhan teknis dan lahan yang diperlukan,” ujarnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar