Pedagang Tahu Jadi Korban Jambret di Cakung, Pelaku Mengamuk saat Ditangkap

- Rabu, 22 Juli 2026 | 12:45 WIB
Pedagang Tahu Jadi Korban Jambret di Cakung, Pelaku Mengamuk saat Ditangkap

Seorang pedagang tahu menjadi korban penjambretan di Jalan Tipar Cakung, Jakarta Timur, pada Senin (20/7) pagi. Pelaku sempat mengamuk saat hendak ditangkap polisi.

Korban bernama Kusnadi (26) saat itu sedang berjualan tahu menggunakan sepeda motor. Saat hendak menyeberang, tiba-tiba seorang pria mengendarai motor Honda PCX mendekatinya. Kusnadi awalnya mengira pria itu akan membeli dagangannya, namun ternyata pelaku langsung menarik tas selempang miliknya.

"Awalnya korban mengira seorang laki-laki tersebut akan membeli dagangan milik Pelapor. Namun ternyata, sewaktu mendekati korban, pelaku tersebut menarik tas selempang miliknya," kata Kapolsek Cakung Kompol Andre Try Putra, Rabu (22/7).

Setelah berhasil merampas tas yang berisi dompet dan uang, pelaku langsung tancap gas. Korban kemudian mengejarnya sambil berteriak 'jambret'. Kasus itu dilaporkan ke Polsek Cakung, yang kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa CCTV hingga mengidentifikasi pelaku.

Selang sehari kemudian, pada Selasa (21/7) sekitar pukul 22.00 WIB, polisi mendapat laporan dari Ketua RT 005/006 Penggilingan tentang adanya perselisihan antara korban dan terduga pelaku berinisial AA alias F. Ternyata, korban bertemu pelaku di jalan, di depan rumah Ketua RT, sehingga terjadi perselisihan. Pelaku saat itu sempat mengamuk.

Polisi datang ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Saat polisi tiba, F masih mengamuk dan mengelak telah menjambret korban. "Pelaku awalnya tidak mengakui perbuatannya dan tetap mengamuk serta tidak mau untuk dibawa ke Polsek Cakung, hingga akhirnya Pelaku berhasil diamankan ke Polsek Cakung," jelas Andre.

Polisi kemudian menggeledah kontrakan pelaku di Jalan Raya Penggilingan, Cakung, dengan didampingi pihak RT. Dalam penggeledahan itu ditemukan tas selempang dan dompet milik korban. "Untuk tas dan dompet ditemukan tergeletak di atas kulkas di kontrakan Pelaku. Dan setelah dibuka di dalamnya berisi kartu SIM C asli milik korban, namun untuk HP VIVO 17 S dan uang tunai Rp 3 juta sudah raib," ujarnya.

Sementara itu, motor Honda PCX yang digunakan pelaku saat melakukan kejahatan tidak ditemukan di kontrakan pelaku. Polisi hanya menemukan motor Yamaha Fino, yang saat ini sedang didalami kepemilikannya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags