Sarwendah mengaku telah membiayai seluruh kebutuhan ketiga anaknya secara mandiri selama enam bulan terakhir, tanpa bantuan finansial dari mantan suaminya, Ruben Onsu. Pengakuan ini disampaikan di tengah proses gugatan hak asuh anak yang tengah bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Tim kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, membenarkan hal tersebut saat mendampingi kliennya di kawasan Jakarta Selatan. Menurut Chris, kemandirian finansial Sarwendah sudah berjalan sejak awal tahun 2026.
"Klien kami sudah clear, dari awal Januari sampai sekarang, biaya nafkah untuk anak semua sudah ditanggung oleh klien kami sendiri. Jadi, saat pihak sana (Ruben) menyampaikan masih menunggu proses, klien kami tetap menafkahi anak-anaknya sendiri," tegas Chris, Rabu (22/7/2026).
Sarwendah tak ingin lagi terlibat dalam polemik narasi yang menyebut dirinya bergantung pada mantan suami. Sejak Januari hingga Juli 2026, segala keperluan anak-anak, mulai dari biaya sekolah hingga les tambahan, ditanggung sendiri oleh Sarwendah.
Ke depannya, Sarwendah memilih untuk tidak lagi memusingkan urusan menuntut nafkah anak kepada Ruben Onsu. Ia ingin bekerja keras dan membiarkan kesadaran Ruben sebagai ayah yang mengurus nafkah langsung kepada anak-anak.
"Klien kami tidak mau lagi disangkutpautkan terkait narasi mengejar-ngejar nafkah. Biarkan itu nanti urusan bapaknya dengan anak langsung saja. Silakan buatkan rekening langsung untuk anak-anak, jadi tidak ada lagi framing yang menyebut klien kami mengejar nafkah untuk kepentingan pribadi," jelas Chris.
Sambil menahan haru, Sarwendah mengungkapkan alasan di balik keputusannya untuk tidak bergantung pada siapa pun. Sebagai ibu yang membesarkan anak-anak, terutama anak perempuan, ia ingin memberikan contoh sosok wanita yang kuat dan mandiri.
"Sebagai seorang ibu yang punya anak, apalagi anak perempuan, pastinya maunya yang terbaik buat anak-anak saya. Saya berusaha untuk menafkahi mandiri anak-anak saya," ujar Sarwendah dengan suara bergetar.
Ia menambahkan bahwa dirinya tidak ingin anak-anaknya tumbuh besar dengan melihat kekisruhan atau narasi negatif tentang ibunya yang dipojokkan. "Aku nggak mau nanti pas mereka besar, mereka melihat hal-hal seperti ini. Jadi aku akan terus berusaha bekerja untuk mereka."
Kemandirian ini juga menjadi alasan Sarwendah rela pindah rumah dan memulai hidup baru meski harus menghadapi masalah gono-gini yang rumit. Baginya, ketenangan batin anak-anak adalah prioritas utama di atas segalanya. Kini, di sela kesibukannya sebagai figur publik dan pebisnis, Sarwendah mengaku lebih fokus mencari nafkah demi menjamin masa depan buah hatinya. Ia berharap proses hukum yang sedang berjalan tidak lagi diwarnai dengan penggiringan opini yang menyudutkan perjuangannya sebagai seorang ibu tunggal.
Artikel Terkait
Ruben Onsu dan Sarwendah Hadiri Sidang Mediasi Perebutan Hak Asuh Anak
Ruben Onsu dan Sarwendah Hadapi Sidang Mediasi Hak Asuh Anak di PN Jaksel
Ruben Onsu dan Sarwendah Bertemu di Sidang Mediasi Hak Asuh Anak
Ruben Onsu Habiskan Rp11 Miliar Renovasi Rumah Demi Sarwendah, Sertifikat Jadi Jaminan