Seorang warga negara Amerika Serikat menjadi korban pengeroyokan di Batam. Insiden yang melibatkan taksi online ini berawal dari cekcok, sebelum akhirnya berujung ricuh dan kekerasan.
Menurut keterangan polisi, peristiwa itu terjadi pada Rabu dini hari, tepatnya sekitar pukul 02.40 WIB. Lokasinya di depan Cafe One Spot & Lounge, yang terletak di Komplek Wiramustika, Sei Jodoh, Batu Ampar.
Kanit Reskrim Polsek Batu Ampar, Iptu Brata Ul Usna, mengonfirmasi bahwa satu pelaku berinisial AA (24) sudah diamankan. Penangkapan dilakukan sehari setelah kejadian, yakni Kamis, di sebuah indekos di kawasan Kampung Pelita, Lubuk Baja.
"Pelaku berinisial AA (24) telah kami amankan pada Kamis (26/2) di kawasan indekos Kampung Pelita, Lubuk Baja," jelas Brata kepada awak media pada Jumat.
Lalu, bagaimana cerita lengkapnya? Kronologinya dimulai ketika korban, seorang pria berinisial DJ, bersama seorang temannya memesan taksi lewat aplikasi. Nah, di sinilah awal masalah. Lewat sambungan telepon dalam aplikasi, sang sopir diduga sudah melontarkan kata-kata yang tak sedap didengar.
Artikel Terkait
Bali United Hadapi Persijap di Tengah Tekanan dan Sanksi Stadion Sepi
Wanita Berpenampilan Khas Diamankan di Gambir, Akan Jalani Tes Kejiwaan
Menkominfo Tegaskan Perjanjian Data dengan AS Tidak Serahkan Data Warga
Indonesia Peringkat Kedua Dunia Kasus Campak, DPR Desak Kemenkes Siaga Penuh