Bagi Laporta, semua ini demi stabilitas Barcelona jangka panjang. Klub harus jadi prioritas utama, meski konsekuensinya adalah melepas pemain terhebat sepanjang sejarah mereka. Pilihan yang pahit, tapi dianggap perlu.
“Saya mencintai dan menghargai Messi, sama seperti pemain lain yang saya kenal sejak awal. Kami sangat berterima kasih pada mereka semua. Tapi Barcelona juga sudah banyak berbuat. Pada akhirnya, ini mustahil. Leo pun tak bisa melanjutkan kariernya di sini,” katanya lagi.
Di sisi lain, Laporta juga menyentuh hubungan pribadinya dengan Messi. Rupanya, ikatan itu belum pulih sepenuhnya pasca-kepergian sang bintang.
“Hubungan kami tidak seperti dulu lagi. Pernah ada insiden di acara Ballon d'Or, waktu saya mendekat untuk menyapanya dan dia menganggap kami tak perlu saling sapa. Sejak itu, ada beberapa upaya untuk memperbaiki segalanya. Kami berharap bisa kembali baik di masa depan,” sambungnya.
“Memang rusak, tapi dia tetaplah legenda Barcelona.”
Artikel Terkait
Gagalnya Perundingan AS-Iran Dorong Harga Minyak Tembus US$100, Saham Migas RI Menguat
Foton eMiler, Truk Listrik dengan Kabin Lapang dan Akselerasi Halus, Siap Operasi di Indonesia
Dolar AS Melonjak ke Level Tertinggi Seminggu Usai Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,86 Juta per Gram, Harga Buyback Turun Rp42 Ribu