Bagi Laporta, semua ini demi stabilitas Barcelona jangka panjang. Klub harus jadi prioritas utama, meski konsekuensinya adalah melepas pemain terhebat sepanjang sejarah mereka. Pilihan yang pahit, tapi dianggap perlu.
“Saya mencintai dan menghargai Messi, sama seperti pemain lain yang saya kenal sejak awal. Kami sangat berterima kasih pada mereka semua. Tapi Barcelona juga sudah banyak berbuat. Pada akhirnya, ini mustahil. Leo pun tak bisa melanjutkan kariernya di sini,” katanya lagi.
Di sisi lain, Laporta juga menyentuh hubungan pribadinya dengan Messi. Rupanya, ikatan itu belum pulih sepenuhnya pasca-kepergian sang bintang.
“Hubungan kami tidak seperti dulu lagi. Pernah ada insiden di acara Ballon d'Or, waktu saya mendekat untuk menyapanya dan dia menganggap kami tak perlu saling sapa. Sejak itu, ada beberapa upaya untuk memperbaiki segalanya. Kami berharap bisa kembali baik di masa depan,” sambungnya.
“Memang rusak, tapi dia tetaplah legenda Barcelona.”
Artikel Terkait
Riset: Gubernur DKI Pramono Anung Pimpin Keterlibatan Publik di Media Sosial
Wakil Ketua MPR: 116 Kasus Bunuh Diri Anak adalah Persoalan Kebangsaan
Imigrasi Cianjur Deportasi WN Arab Saudi karena Penyalahgunaan Izin Tinggal Investor
Prabowo Sampaikan Keprihatinan Indonesia atas Gaza dan Tepi Barat dalam Pertemuan dengan Raja Yordania