Cemburu Membara, Terapis Tewas Dicekik Suami di Kos Bekasi

- Rabu, 14 Januari 2026 | 08:00 WIB
Cemburu Membara, Terapis Tewas Dicekik Suami di Kos Bekasi

Suasana kos-kosan di Bekasi Selatan itu berubah jadi tempat yang mencekam sejak Kamis lalu. Di sanalah SM, seorang terapis spa berusia 23 tahun, ditemukan tewas. Pelakunya? Justru orang terdekatnya sendiri, Ahmad Riansyah (29), yang disebut-sebut sebagai suami sirinya. Motifnya klasik, tapi berakhir tragis: cemburu.

AKBP Braiel Arnold Rondonuwu dari Reskrim Polres Metro Bekasi Kota menjelaskan, rasa cemburu itulah yang memicu amok. "Jadi motif pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban dikarenakan cemburu," katanya, Selasa (13/1).

Menurutnya, percekcokan antara keduanya sudah berlangsung beberapa hari. Dan pagi hari sebelum kejadian, pertengkaran itu memuncak.

"Kami menduga dari beberapa petunjuk bahwa sudah ada percekcokan, perselisihan antara korban dan pelaku, beberapa hari sebelumnya," ucap Braiel.

Dengan tangan kosong, Riansyah menyerang. Korban dicekik hingga tewas. Hasil autopsi memperkuat dugaan itu, menunjukkan kerusakan pada cincin tenggorokan akibat kekerasan benda tumpul. "Didapati fakta bahwa korban ini meninggal akibat adanya kerusakan pada cincin tenggorokan akibat kekerasan benda tumpul," tegasnya.

Usai beraksi, pelaku buru-buru kabur. Jejaknya berakhir di Lebak, Banten, tempat dia ditangkap pada Minggu malam sekitar pukul 23.30 WIB.

Pengakuan Pelaku: Berawal dari Sakit dan Chat yang Tak Terhapus

Dalam pengakuannya, Riansyah bercerita panjang lebar. Semua berawal saat dia sakit. Ia meminta SM, sang istri, untuk pulang kerja lebih awal atau mengambil libur. Tapi permintaan itu ditolak.

“Saya sakit, saya meriang. Udah itu saya ngomong sama dia, saya meriang, sayang saya mau pulang. Saya bilang, saya mau ngambil kunci kosan,” ujarnya kepada penyidik.

Dia mengambil kunci dan pulang duluan. Tapi permintaannya agar sang istri pulang cepat kembali ditampik. Alasannya takut dipecat. Mereka pun ribut lewat telepon. Riansyah makin kesal karena tahu istrinya harus melayani tamu hingga larut malam.

“Itu berantem di handphone dulu, Pak. Udah gitu soalnya tamu tuh kayaknya pulang malam, gak bakalan bisa pulang cepet,” keluhnya.

SM akhirnya pulang tengah malam, membawa makanan. Tapi esok paginya, Rabu (7/1), pertengkaran kembali menyala saat Riansyah memintanya libur kerja. Lagi-lagi ditolak.

Puncaknya adalah saat Riansyah, yang masih diliputi rasa tak enak, menyadap WhatsApp sang istri. Dia menemukan percakapan dengan seorang tamu spa. Chat itu rupanya lupa dihapus.

“Nah, udah begitu kan saya nyadap WA-nya. Katanya kamu jangan chatting-an sama tamu soalnya saya kan sakit hati. Soalnya kan kamu lupa ngapus chat,” jelasnya dengan nada kesal.

Mendapati chat itu, emosinya meledak. Dia merasa dikhianati. Dalam keadaan gelap mata, tangannya bergerak mencekik.

“Dari situ langsung saya piting,” ungkapnya singkat.

Tak Cuma Nyawa, Uang Rp 2,8 Juta Juga Raib

Tragedi ini ternyata punya lapisan kejahatan lain. Setelah membunuh, Riansyah ternyata juga merogoh kocek korban. Total uang yang dia ambil mencapai Rp 2,8 juta.

“Enggak ada (yang diambil), cuma uang doang. Uang itu kalau nggak salah di saldo Rp 2,5 juta sama uang cash Rp 300,” aku Riansyah dalam video pengakuannya.

Saldo itu dia transfer ke rekeningnya sendiri sebelum akhirnya memutuskan untuk kabur meninggalkan Bekasi. Sebuah akhir yang menyedihkan dari hubungan yang dipenuhi curiga dan berakhir dengan kekerasan mematikan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar