“Itu berantem di handphone dulu, Pak. Udah gitu soalnya tamu tuh kayaknya pulang malam, gak bakalan bisa pulang cepet,” keluhnya.
SM akhirnya pulang tengah malam, membawa makanan. Tapi esok paginya, Rabu (7/1), pertengkaran kembali menyala saat Riansyah memintanya libur kerja. Lagi-lagi ditolak.
Puncaknya adalah saat Riansyah, yang masih diliputi rasa tak enak, menyadap WhatsApp sang istri. Dia menemukan percakapan dengan seorang tamu spa. Chat itu rupanya lupa dihapus.
“Nah, udah begitu kan saya nyadap WA-nya. Katanya kamu jangan chatting-an sama tamu soalnya saya kan sakit hati. Soalnya kan kamu lupa ngapus chat,” jelasnya dengan nada kesal.
Mendapati chat itu, emosinya meledak. Dia merasa dikhianati. Dalam keadaan gelap mata, tangannya bergerak mencekik.
“Dari situ langsung saya piting,” ungkapnya singkat.
Tak Cuma Nyawa, Uang Rp 2,8 Juta Juga Raib
Tragedi ini ternyata punya lapisan kejahatan lain. Setelah membunuh, Riansyah ternyata juga merogoh kocek korban. Total uang yang dia ambil mencapai Rp 2,8 juta.
“Enggak ada (yang diambil), cuma uang doang. Uang itu kalau nggak salah di saldo Rp 2,5 juta sama uang cash Rp 300,” aku Riansyah dalam video pengakuannya.
Saldo itu dia transfer ke rekeningnya sendiri sebelum akhirnya memutuskan untuk kabur meninggalkan Bekasi. Sebuah akhir yang menyedihkan dari hubungan yang dipenuhi curiga dan berakhir dengan kekerasan mematikan.
Artikel Terkait
Kesederhanaan yang Dijual, Dinasti yang Diraih: Potret Keluarga Pejabat di Mata Tere Liye
Siswa SMA Taruna Nusantara Ungkap Kesan Bertemu Presiden Prabowo
Gus Irfan Luncurkan Haji Ramah Perempuan, Petugas Wanita Ditambah Signifikan
Refly Harun Bocarkan Pesan WA Eggi Sudjana, Klaim Kunjungan ke Jokowi Diilhami Kisah Nabi Musa