Bank Jago Tembus 18,6 Juta Nasabah & Laba Bersih Melonjak 132%: Ini Rahasia Di Balik Kesuksesannya

- Rabu, 29 Oktober 2025 | 11:42 WIB
Bank Jago Tembus 18,6 Juta Nasabah & Laba Bersih Melonjak 132%: Ini Rahasia Di Balik Kesuksesannya

PT Bank Jago Tbk kembali menunjukkan performa bisnis yang kuat dengan pertumbuhan signifikan hingga kuartal III 2025. Pertumbuhan ini tercermin dari peningkatan jumlah nasabah, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), dan penyaluran kredit yang mengalami kenaikan pesat.

Hingga akhir September 2025, total nasabah Bank Jago mencapai 18,6 juta, dengan 14,5 juta di antaranya merupakan nasabah funding yang aktif menggunakan Aplikasi Jago dan Jago Syariah. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 32 persen atau bertambah lebih dari 4,5 juta nasabah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan jumlah nasabah funding berdampak langsung pada penghimpunan DPK yang berhasil mencapai Rp 23,9 triliun. Capaian ini tumbuh 41 persen dari posisi September 2024 yang sebesar Rp 17 triliun.

Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris Tandjung, mengungkapkan bahwa hasil positif ini merupakan bukti nyata dari inovasi dan kolaborasi dengan berbagai ekosistem keuangan digital. "Melalui solusi keuangan digital yang kami sediakan, banyak nasabah terbantu untuk mengelola keuangan dan kehidupannya dengan lebih baik," ujarnya.

Kolaborasi strategis dengan berbagai mitra, termasuk platform digital, perusahaan pembiayaan, dan lembaga keuangan lainnya, turut mendorong penyaluran kredit. Hingga kuartal III 2025, Bank Jago berhasil membukukan kredit sebesar Rp 23,5 triliun, tumbuh 36 persen dari tahun sebelumnya.

Penyaluran kredit dilakukan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian, yang tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL gross) yang tetap rendah di level 0,4 persen. Angka ini berada di bawah rata-rata NPL perbankan nasional.

Pertumbuhan kredit yang sehat mendorong total aset Bank Jago menjadi Rp 34,5 triliun per September 2025, naik 28 persen dari periode sebelumnya. Kombinasi pertumbuhan DPK dan kredit yang positif juga menghasilkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 199 miliar, meningkat 132 persen dari tahun 2024.

Bank Jago juga mencatat rasio LDR sebesar 98 persen dan CAR yang kuat di level 32,9 persen, menunjukkan likuiditas yang sehat dan permodalan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan bisnis di masa depan.

"Kami bersyukur dapat menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas secara berkelanjutan. Ini terus memotivasi kami untuk berinovasi dan berkolaborasi menyediakan produk dan layanan keuangan digital yang dapat meningkatkan kehidupan jutaan nasabah di Indonesia," tutup Arief.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar