"Dua hari yang lalu, serangan teroris terhadap petugas polisi terjadi di Lviv. Ini bukan kebetulan," tegasnya.
Respons juga datang dari pucuk pimpinan. Presiden Volodymyr Zelensky lewat platform X menyatakan bahwa semua keadaan sedang diklarifikasi, termasuk kemungkinan motif teror di balik ledakan Mykolaiv.
Zelensky menambahkan, pasca-serangan mengerikan di Lviv yang menewaskan seorang polisi wanita muda dan melukai 25 orang lainnya, pihak berwenang telah menangkap "beberapa" tersangka.
Nada kecaman lebih keras dilontarkan Menteri Dalam Negeri Igor Klymenko. Ia secara langsung menyalahkan Rusia atas ledakan ini.
Memang, sejak invasi skala penuh dimulai pada Februari 2022, tentara dan pejabat Ukraina kerap jadi sasaran serangan semacam ini, jauh dari hingar-bingar garis depan. Polanya berulang, dan dampaknya selalu meninggalkan luka yang dalam.
Artikel Terkait
Ketua Parlemen Iran: Waktu AS dan Israel Patuhi Gencatan Senjata di Lebanon Hampir Habis
Polisi Tangkap Pelaku Penculikan dan Penyekapan Anak 10 Tahun di Cirebon
Geopolitik Panas Ganggu Pasokan Minyak, Aktivis Dorong Percepatan Pengurangan Plastik Sekali Pakai
Empat Pelaku Penipuan Mengatasnamakan Pimpinan KPK Ditangkap di Jakarta