Ledakan di Mykolaiv Lukai Tujuh Polisi, Diduga Serangan yang Ditargetkan

- Selasa, 24 Februari 2026 | 06:55 WIB
Ledakan di Mykolaiv Lukai Tujuh Polisi, Diduga Serangan yang Ditargetkan

Senin malam di Kota Mykolaiv, Ukraina selatan, tidak lagi sunyi. Suara ledakan keras tiba-tiba mengoyak udara, meninggalkan kekacauan dan korban jiwa. Pihak berwenang setempat mengkonfirmasi, tujuh petugas polisi mengalami luka-luka dalam insiden itu.

Dari ketujuh korban, kabarnya dua orang berada dalam kondisi yang sangat kritis. Kejadian malam itu seolah menjadi lanjutan dari rentetan kekerasan yang memilukan. Coba bayangkan, baru dua hari sebelumnya, kota Lviv di barat juga diguncang insiden serupa sebuah aksi yang oleh pemerintah Kyiv langsung dicap sebagai "serangan teroris" Rusia.

Menurut Kepala Polisi Nasional Ivan Vyguivsky, ledakan di Mykolaiv terjadi tepat pada pukul 18.10 waktu setempat. Situasi di rumah sakit pun tegang.

"Para dokter berjuang untuk menyelamatkan nyawa (korban luka serius)," ujar Vyguivsky.

Vyguivsky sendiri enggan merinci apa penyebab pasti ledakan tersebut. Namun, ia tak ragu menyebutnya sebagai "serangan yang ditargetkan". Tujuannya jelas, katanya, untuk "membunuh petugas polisi Ukraina" dan "menggoyahkan stabilitas negara" terutama di saat-saat mendekati peringatan empat tahun invasi Rusia.

"Dua hari yang lalu, serangan teroris terhadap petugas polisi terjadi di Lviv. Ini bukan kebetulan," tegasnya.

Respons juga datang dari pucuk pimpinan. Presiden Volodymyr Zelensky lewat platform X menyatakan bahwa semua keadaan sedang diklarifikasi, termasuk kemungkinan motif teror di balik ledakan Mykolaiv.

Zelensky menambahkan, pasca-serangan mengerikan di Lviv yang menewaskan seorang polisi wanita muda dan melukai 25 orang lainnya, pihak berwenang telah menangkap "beberapa" tersangka.

Nada kecaman lebih keras dilontarkan Menteri Dalam Negeri Igor Klymenko. Ia secara langsung menyalahkan Rusia atas ledakan ini.

Memang, sejak invasi skala penuh dimulai pada Februari 2022, tentara dan pejabat Ukraina kerap jadi sasaran serangan semacam ini, jauh dari hingar-bingar garis depan. Polanya berulang, dan dampaknya selalu meninggalkan luka yang dalam.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar