Seorang warga Belarus kini mendekam di balik jeruji. Jaksa Polandia mengumumkan penangkapan itu, dengan tuduhan serius: spionase. Dugaan aktivitas mata-mata itu dikatakan menjangkau tiga negara Polandia, Jerman, dan Lituania.
Menurut keterangan resmi, pria berusia 27 tahun itu ditahan pada 9 Februari lalu. Badan Keamanan Internal Polandia (ABW) punya kecurigaan kuat. Mereka yakin sang tersangka bekerja untuk intelijen militer Belarus, sekutu utama Moskow di kawasan itu.
“Aktivitasnya difokuskan pada pemantauan instalasi infrastruktur penting dan situs yang punya nilai strategis bagi pertahanan Polandia dan sekutu NATO,” begitu bunyi pernyataan kejaksaan.
Identitasnya hanya diungkap sebagai Pavlov T.
Kerja sama intelijen antara Polandia, Jerman, dan Lituania disebut berperan besar mengungkap kasus ini. Investigasi menyoroti periode delapan bulan, dari Juni 2024 hingga penangkapannya di bulan Februari tahun ini.
Nasib pria itu kini sudah jelas. Dia ditahan sementara untuk tiga bulan ke depan. Dan jika pengadilan nanti memutuskan bersalah, hukuman minimal yang menunggunya adalah lima tahun penjara. Bukan waktu yang singkat.
Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 2022, situasi keamanan di Polandia memang berubah. Warsaw kerap menyuarakan kekhawatiran, menuding Rusia dan Belarus melakukan beragam upaya sabotase dan spionase di wilayahnya. Ketegangan terasa nyata.
Ini bukan kali pertama. Baru pada Oktober lalu, dinas intelijen Polandia mengungkap bahwa 55 orang yang diduga mata-mata Rusia telah mereka amankan sejak perang dimulai. Angka yang cukup mencengangkan, dan menunjukkan betapa sibuknya para agen kontra-spionase di sana.
Artikel Terkait
Ramadhan di Tenda Bencana: Solidaritas yang Tetap Hidup di Tengah Runtuhnya Rumah
Iran dan Rusia Sepakati Kesepakatan Senjata Rahasia Senilai Setengah Miliar Euro
Kemlu Pastikan 45 WNI di Jalisco Aman Meski Situasi Meksiko Mencekam
Prabowo Saksikan Penandatanganan Kerja Sama Indonesia-Arm untuk Kuasai Teknologi Chip