Suasana malam di Desa Cijujung, Sukaraja, Bogor, mendadak berubah kacau Jumat malam lalu. Sekitar pukul sebelas, api tiba-tiba berkobar, melalap sebuah rumah dan toko servis elektronik yang berdampingan. Menurut keterangan petugas, titik awal bencana ini diduga kuat berasal dari korsleting listrik.
Kadis Damkar Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, memberikan konfirmasinya keesokan harinya, Sabtu (11/4/2026).
"Objek terbakar rumah tinggal dan toko elektronik, sumber api atau penyebab kebakaran diduga dari korsleting," jelas Yudi.
Api konon berawal dari basement toko elektronik itu. Ruang bawah tanah itu dipenuhi barang-barang bekas servis, termasuk televisi dan kemasan styrofoam. Tiba-tiba saja, dari tumpukan itulah percikan api muncul.
"Awalnya warga mendengar ledakan dari lantai bawah," lanjut Yudi, menggambarkan momen panik itu. "Saat dicek, ternyata api sudah membesar dengan cepat."
Warga sekitar tentu saja tidak tinggal diam. Mereka berupaya memadamkan si jago merah dengan peralatan seadanya. Sayangnya, usaha mereka tak cukup. Api terus menjalar, menghanguskan apa saja yang dilewatinya. Akhirnya, panggilan darurat pun dilakukan untuk memanggil tim damkar.
Tim dari Sektor Babakan Madang pun segera meluncur ke lokasi. Mereka tiba di TKP sekitar pukul 23.17 WIB, kurang dari dua puluh menit setelah laporan masuk. Tapi situasinya sudah cukup parah.
Pemadaman dilakukan dengan susah payah. Lebih dari satu jam petugas berjibaku melawan kobaran api. Baru menjelang dini hari, tepatnya pukul 01.00 WIB, situasi benar-benar bisa dikendalikan.
"Situasi akhir api berhasil dipadamkan, proses pemadaman berjalan dengan baik," ujar Yudi melegakan. Kabar baiknya, dalam insiden yang meresahkan ini, tidak ada korban jiwa yang berjatuhan. Kerugian material memang ada, tapi nyawa selamat. Itu yang utama.
Artikel Terkait
BSN Salurkan 245 Hewan Kurban ke Masyarakat di Seluruh Indonesia
Tangis Haru dan Saling Memaafkan Warnai Puncak Wukuf Jemaah Haji ESQ Tours di Arafah
Militer Israel Klaim Tewaskan Kepala Baru Sayap Bersenjata Hamas di Tengah Gencatan Senjata
Anak-anak Gaza Paksa Bekerja di Tengah Puing Iduladha demi Menopang Keluarga