MURIANETWORK.COM - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Serang menemukan dua bahan makanan yang mengandung zat berbahaya dalam operasi pengawasan di Pasar Badak, Kabupaten Pandeglang, Senin (23/2/2026). Temuan ini didapat setelah petugas melakukan uji cepat terhadap lima belas sampel komoditas yang beredar di pasar tradisional tersebut.
Dua Komoditas Positif Zat Berbahaya
Kepala Balai Besar BPOM Serang, Fauzi Ferdiansyah, menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan, ditemukan sagu mutiara yang positif mengandung Rhodamin B dan ikan teri Medan yang positif mengandung formalin. Kedua zat kimia ini bukan untuk konsumsi dan berpotensi membahayakan kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
"Kita melakukan sampling terhadap beberapa komoditi, tadi ada sekitar 15 komoditi yang diuji sampling, masih ditemukan ada satu makanan yaitu sagu mutiara positif Rhodamin B dan teri Medan positif formalin," jelas Fauzi.
Imbauan Langsung ke Pedagang dan Masyarakat
Menyikapi temuan di lapangan, Fauzi langsung meminta para pedagang untuk mengamankan dan tidak menjual bahan makanan yang terindikasi positif. Langkah ini penting untuk mencegah peredaran produk berisiko sampai ke tangan konsumen.
"Agar segera diamankan jangan dijual dulu makanan yang tadi positif formalin," tegasnya.
Operasi pengawasan ini turut dihadiri oleh Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, beserta jajarannya. Kehadiran pejabat daerah ini menegaskan keseriusan pemantauan keamanan pangan di tingkat pasar rakyat. Dalam kesempatan itu, Bupati mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dan selektif.
"Ke depan agar masyarakat bisa memilih makanan yang sehat untuk dikonsumsi, agar anggota keluarga bisa menikmati dengan aman dan tidak mengandung bahan-bahan berbahaya," ungkap Dewi Setiani.
Insiden ini mengingatkan kembali akan pentingnya kewaspadaan bersama. Pengawasan rutin oleh otoritas perlu diimbangi dengan pengetahuan konsumen dalam memilih produk yang aman, terutama untuk bahan mentah yang dijual di pasar tradisional. Kerja sama antara pengawas, pedagang, dan pembeli menjadi kunci untuk memastikan keamanan pangan di tingkat yang paling dasar.
Artikel Terkait
BRI Gelar Acara Khusus Sambut Imlek 2577, Apresiasi Nasabah Setia
Helikopter Penyelamat Jatuh di Peru, 15 Orang Tewas
Dokter Tirta Ingatkan Minum Kopi Saat Sahur Berisiko Dehidrasi
Saan Mustopa Padukan Bagi-bagi Sembako dengan Konsolidasi Data Jelang 2029