Transaksi jumbo ini menarik perhatian mengingat kinerja saham SRAJ yang cukup fenomenal dalam setahun terakhir. Catatan menunjukkan, harga saham perusahaan telah meroket 583,76% dalam periode satu tahun, dan masih mencetak kenaikan 206,22% dalam enam bulan terakhir. Kapitalisasi pasar emiten ini pun telah mencapai Rp 195,82 triliun.
Melihat struktur kepemilikannya per 30 Januari 2026, mayoritas saham SRAJ masih terkonsentrasi di tangan pemegang saham pengendali. Pemegang saham terbesar adalah PT Surya Cipta Inti Cemerlang dengan kepemilikan 50,269% saham.
“Posisi kedua ditempati High Pro Investments Limited yang menggenggam 2,17 miliar saham atau 17,81%,” ungkap data kepemilikan saham perusahaan.
Pemegang saham signifikan lainnya meliputi BNYM RE BNYMTCNA RE BCSS BORON A I, LP (8,55%) dan Wing Harvest Limited (5,52%). Sementara itu, kepemilikan dari keluarga pendiri, seperti Jonathan Tahir, Jane Dewi Tahir, dan Dato' Sri Tahir sendiri, tercatat masing-masing di bawah 1%.
Dengan struktur demikian, kepemilikan publik atau masyarakat terhadap SRAJ saat ini tercatat sekitar 16,803% dari total saham beredar.
Artikel Terkait
Komnas HAM Masih Tunggu Konfirmasi Kehadiran Empat Prajurit TNI Tersangka Penyiraman KontraS
Gubernur DKI Peringatkan Keras PPSU di Town Hall Usai Kasus Manipulasi Aduan JAKI
Putin Umumkan Gencatan Senjata Sehari untuk Paskah Ortodoks
Anggota DPR Desak Kemnaker Perbaiki Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan