MURIANETWORK.COM - PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), emiten milik konglomerat Dato Sri Tahir yang mengoperasikan jaringan rumah sakit Mayapada Hospital, mencatatkan transaksi crossing jumbo senilai Rp 1,83 triliun pada Senin (23/2). Transaksi blok saham yang terjadi di luar pasar reguler ini dilakukan pada harga Rp 13.600 per lembar, terpaut cukup jauh dari harga pasar saat itu.
Mengenal Transaksi Crossing dan Posisi Harga
Berbeda dengan jual beli saham biasa di pasar reguler, transaksi crossing merupakan kesepakatan langsung antara dua investor yang difasilitasi oleh sekuritas atau broker yang sama. Mekanisme ini biasanya digunakan untuk transaksi dalam jumlah sangat besar, seperti yang terjadi pada SRAJ pekan ini.
Harga crossing Rp 13.600 tersebut berada jauh di bawah rentang harga SRAJ di pasar reguler hari yang sama, yaitu antara Rp 15.900 hingga Rp 16.000. Di pasar reguler, saham SRAJ sendiri tercatat stagnan di level Rp 16.000 dengan volume perdagangan yang relatif tipis, hanya 4,40 ribu lot.
Kinerja Saham dan Komposisi Pemegang Saham
Transaksi jumbo ini menarik perhatian mengingat kinerja saham SRAJ yang cukup fenomenal dalam setahun terakhir. Catatan menunjukkan, harga saham perusahaan telah meroket 583,76% dalam periode satu tahun, dan masih mencetak kenaikan 206,22% dalam enam bulan terakhir. Kapitalisasi pasar emiten ini pun telah mencapai Rp 195,82 triliun.
Melihat struktur kepemilikannya per 30 Januari 2026, mayoritas saham SRAJ masih terkonsentrasi di tangan pemegang saham pengendali. Pemegang saham terbesar adalah PT Surya Cipta Inti Cemerlang dengan kepemilikan 50,269% saham.
“Posisi kedua ditempati High Pro Investments Limited yang menggenggam 2,17 miliar saham atau 17,81%,” ungkap data kepemilikan saham perusahaan.
Pemegang saham signifikan lainnya meliputi BNYM RE BNYMTCNA RE BCSS BORON A I, LP (8,55%) dan Wing Harvest Limited (5,52%). Sementara itu, kepemilikan dari keluarga pendiri, seperti Jonathan Tahir, Jane Dewi Tahir, dan Dato' Sri Tahir sendiri, tercatat masing-masing di bawah 1%.
Dengan struktur demikian, kepemilikan publik atau masyarakat terhadap SRAJ saat ini tercatat sekitar 16,803% dari total saham beredar.
Artikel Terkait
Konten Kreator Rizky Kabah Divonis 2 Tahun Penjara Atas Kasus Penghinaan Suku Dayak
BRI Gelar Acara Khusus Sambut Imlek 2577, Apresiasi Nasabah Setia
Helikopter Penyelamat Jatuh di Peru, 15 Orang Tewas
Dokter Tirta Ingatkan Minum Kopi Saat Sahur Berisiko Dehidrasi