Setelah sempat menguat di penutupan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini justru diprediksi bakal melemah. Analis memproyeksikan koreksi, meski kemarin indeks berhasil naik 0,39 persen ke level 7.307. Situasinya memang agak paradoks.
Soalnya, di balik kenaikan itu, ada fakta yang bikin was-was: aksi jual asing ternyata cukup gencar. Catatannya, net sell asing mencapai Rp1,77 triliun! Beberapa saham jadi sasaran empuk, seperti BBCA, BBRI, BMRI, belum lagi BUMI dan BRPT.
Melihat kondisi itu, Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, punya pandangan yang cukup jelas. Secara teknikal, dia melihat ruang untuk pelemahan.
“IHSG berpotensi koreksi hari ini. Support IHSG di 7.250-7.300, sedangkan resistance di 7.330-7.400,”
tulis Fanny dalam risetnya yang dirilis Jumat (10/4/2026).
Nah, untuk investor yang tetap ingin berburu peluang di tengah kondisi berawan ini, Fanny punya sejumlah rekomendasi saham. Ada enam emiten yang menurutnya layak dipantau: BUMI, CPIN, INDY, ESSA, RAJA, dan MDKA. Detailnya begini.
Untuk BUMI, strateginya adalah Buy on Weakness. Area beli idealnya di kisaran Rp236-Rp242, dengan cutloss jika tembus di bawah Rp236. Target dekatnya di Rp248-Rp252.
Artikel Terkait
IHSG Melonjak 2,02% di Sesi I, Didorong Aksi Beli Luas
BEI Soroti Sembilan Emiten dengan Kepemilikan Saham Terlalu Terkonsentrasi
IHSG Bangkit Usai Gencatan Senjata, Analis Ingatkan Risiko Masih Membayangi
Gencatan Senjata AS-Iran Pacu Bursa Asia Menguat, Investor Tetap Waspada