MURIANETWORK.COM – Mahfud MD punya pesan keras untuk Mahkamah Konstitusi. Mantan Ketua MK itu bersikukuh, lembaga tertinggi pengawal konstitusi itu harus steril dari intervensi. Apapun bentuknya.
Pernyataan tegas ini ia sampaikan di tengah acara Peluncuran Buku dan Talkshow Literasi Konstitusi, hasil kerja sama MK dengan Perpustakaan Nasional, Rabu lalu.
“Kecintaan saya kepada institusi itu harus dengan tindakan tegas,” ujar Mahfud, seperti dikutip dari sebuah kanal YouTube.
Nada bicaranya lantang, tanpa tedeng aling-aling. “Kalau MK rusak, saya akan dobrak dari dalam,” tegasnya.
Ucapan itu bukan tanpa alasan. Pikirannya langsung melayang ke sebuah peristiwa yang bagi banyak orang masih terasa menyakitkan: pencopotan Hakim Konstitusi Aswanto di tengah jalan, tepatnya pada 29 September 2022 silam.
Mahfud mengenang, saat kabar pemberhentian mendadak itu sampai, reaksinya spontan: geruduk. Ia dan sejumlah pihak langsung mendatangi gedung MK.
“Aswanto diberhentikan mendadak, kami marah yang ada di luar. Kami datang ke MK, Aswanto dizalimi, kami tak terima,” kenangnya dengan nada masih terbawa emosi.
Namun begitu, amarah itu akhirnya harus diakui menemui jalan buntu. Ketika diketahui bahwa keputusan kontroversial itu berasal dari DPR, ruang gerak mereka serasa terbatas.
“Kita tidak berbuat apa-apa terhadap DPR,” aku Mahfud, dalam sebuah pengakuan yang terdengar pasrah, namun menyimpan banyak pertanyaan.
Ceritanya berhenti di situ. Tapi pesannya menggantung: komitmen menjaga kemandirian lembaga peradilan bukan sekadar wacana, melainkan sesuatu yang harus diperjuangkan, sekalipun dari dalam.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Terima Laporan Strategis dari Wakil Ketua DPR Usai Kunjungan ke Rusia dan Prancis
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT