Israel Tegaskan Tidak Akan Tarik Pasukan dari Lebanon, Dapat Dukungan Penuh AS

- Kamis, 25 Juni 2026 | 02:20 WIB
Israel Tegaskan Tidak Akan Tarik Pasukan dari Lebanon, Dapat Dukungan Penuh AS

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa tidak ada rencana penarikan pasukan Israel dari Lebanon. Keputusan ini, menurut Katz, telah mendapat dukungan penuh dari Amerika Serikat.

“Kami telah mengumumkan bahwa dalam keadaan apa pun kami tidak akan menarik diri dan, hingga saat ini dan ini adalah pencapaian diplomatik tidak ada tuntutan Amerika agar Israel menarik diri dari Lebanon,” kata Katz dalam pidatonya di Tel Aviv, Kamis (25/6/2026).

Ketika ditanya apakah Israel akan mematuhi permintaan AS jika diajukan, Katz mengaku telah menyampaikan alasan penempatan pasukan Israel di Lebanon kepada Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga telah memberi tahu Presiden AS Donald Trump mengenai hal yang sama.

Dalam pidato di konferensi yang sama, Netanyahu kembali menegaskan bahwa militer Israel diperkirakan tidak akan menarik diri. “Selama saya menjabat sebagai Perdana Menteri, kami akan mempertahankan zona keamanan di Lebanon selatan selama diperlukan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa militer kini tengah membongkar seluruh infrastruktur Hizbullah.

Sikap Israel ini langsung mendapat penolakan dari Presiden Lebanon Joseph Aoun. Ia menolak pendudukan Israel di wilayah Lebanon selatan dan campur tangan asing dalam urusan negaranya. Pernyataan itu sekaligus menjadi sindiran terhadap Iran, pendukung utama Hizbullah.

Di sisi lain, Teheran menegaskan bahwa perdamaian di Lebanon merupakan pilar fundamental untuk mencapai kesepakatan definitif dengan AS guna mengakhiri perang Timur Tengah secara keseluruhan. Washington dan Teheran telah menandatangani nota kesepahaman pekan lalu yang bertujuan mencapai penyelesaian permanen antara kedua negara, setelah perang yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Konflik melebar setelah Hizbullah menyeret Lebanon ke dalam perang Timur Tengah pada 2 Maret dengan melancarkan serangan roket ke Israel. Serangan itu sebagai balasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran dalam serangan gabungan AS dan Israel. Israel menanggapi dengan serangan udara dan serangan darat yang, menurut Lebanon, telah menewaskan lebih dari 4.100 orang. Pendudukan zona keamanan sepanjang 10 kilometer di Lebanon selatan di sepanjang perbatasan dengan Israel pun terjadi.

Saat ini, Israel dan Lebanon tengah terlibat dalam putaran pembicaraan yang dimediasi AS di Washington. Pembicaraan itu bertujuan mencari solusi diplomatik atas konflik tersebut, termasuk pelucutan senjata Hizbullah dan penarikan pasukan Israel.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar