Pria bernama Ende Nur Jaya (47) ditemukan tewas berlumuran darah di kawasan Cemerlang, Sukabumi. Hasil autopsi mengungkapkan bahwa ia menjadi korban pembunuhan sadis dengan luka akibat kekerasan benda tajam dan tumpul.
Dokter Forensik RSUD R Syamsudin SH, dr Nurul Aida Fathiya, menyatakan bahwa timnya menemukan sejumlah luka pada tubuh korban. Pola dan gambaran luka tersebut, menurut dia, merujuk pada kekerasan tajam. Luka yang paling signifikan berada di area atas tubuh.
"Kekerasan tajam tersebut merusak bagian kepala sampai ke jaringan otak. Itu menimbulkan banyak perdarahan dan kerusakan pada otak," jelasnya.
Jasad Ende pertama kali ditemukan pada Rabu (24/6) dini hari pukul 04.50 WIB. Tubuhnya tergeletak di samping sebuah minimarket di Jalan Cemerlang, Kampung Cikareo.
Selain luka akibat benda tajam, tim forensik juga menemukan bekas kekerasan lain. Pada bagian leher, terdapat luka akibat hantaman benda tumpul yang menyebabkan perlukaan parah di jaringan dalam.
"Bukan hanya terkait kekerasan tajam, tapi juga ada kekerasan tumpul pada daerah leher yang menimbulkan banyak perlukaan di bagian dalam leher," ujar Nurul.
Menurut dokter forensik tersebut, luka akibat kekerasan tajam yang ditemukan tergolong fatal karena merusak jaringan vital korban. Seluruh temuan ini kini menjadi dasar bagi kepolisian untuk mengusut lebih lanjut kasus pembunuhan tersebut.
Artikel Terkait
Jadwal Salat Makassar 25 Juni 2026: Subuh Pukul 04.49, Magrib Waktu Buka Puasa Pukul 18.03 Wita
Wakil Pemimpin Partai Oposisi Yabloko Divonis 7 Tahun Penjara Akibat Kritik Perang Ukraina
Kapten Sutiyoso Rela 5 Hari Tak Makan Demi Selamatkan 4 Prajurit yang Tertembak di Timor Timur
Timnas Futsal U17 Indonesia Takluk 0-4 dari Spanyol di Laga Perdana VI Nations Tournament