Dolar AS Melemah Didorong Kabar Perundingan Damai Israel-Lebanon

- Jumat, 10 April 2026 | 09:15 WIB
Dolar AS Melemah Didorong Kabar Perundingan Damai Israel-Lebanon

New York, Kamis siang. Dolar AS kehilangan pijakannya di tengah pasar yang bergejolak. Kabar terbaru dari Timur Tengah ternyata cukup kuat untuk mengubah arah angin. Israel dan Lebanon, dua negara yang kerap berseteru, dilaporkan telah menyepakati meja perundingan. Langkah ini dianggap menghilangkan salah satu titik sengketa utama bagi Iran, memberi angin segar bagi upaya gencatan senjata yang lebih luas.

Indeks dolar, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, tercatat merosot 0,4 persen ke level 98,82. Data ini mengutip pantauan Investing.com pada Jumat (10 April 2026) waktu Indonesia.

Dolar AS. Foto: Freepik

Awalnya, dolar sempat menguat tipis. Sentimen "safe haven" masih menguat karena banyak yang ragu gencatan senjata bisa bertahan lama. Namun, perkembangan di Lebanon dan Israel itu rupanya jadi game changer. Investor pun beramai-ramai beralih ke aset berisiko, mendorong Wall Street berbalik menguat dan meninggalkan dolar.

Gencatan yang Diwarnai Keraguan

Sebenarnya, awal pekan ini sempat ada secercah harapan. AS dan Iran sepakat pada gencatan senjata dua minggu, tepat beberapa jam sebelum ultimatum Presiden Donald Trump berakhir. Reaksi pasar waktu itu sangat positif. Para trader berebut membeli saham, hingga indeks Dow Jones mencatat kenaikan harian terbaik dalam setahun. Dolar pun tertekan karena aset aman tak lagi banyak diburu.

Tapi, keraguan cepat muncul kembali. Operasi darat Israel terhadap Hizbullah di Lebanon terus berlanjut. Belum lagi pernyataan keras dari Teheran yang menuduh Washington dan Israel melanggar kesepakatan. Mereka bahkan menyebut kelanjutan pembicaraan perdamaian sebagai hal yang "tidak masuk akal." Suasana kembali mencemaskan.

Namun begitu, langkah PM Israel Benjamin Netanyahu membuka negosiasi langsung dengan Lebanon mengubah segalanya. Negosiasi yang dikabarkan akan fokus pada pelucutan senjata Hizbullah dan peningkatan hubungan damai itu, cukup meyakinkan pasar untuk mengambil risiko lagi.

Euro dan Pound Ikut Menarik Napas

Melemahnya dolar otomatis jadi kabar baik bagi mata uang utama lainnya. Euro dan pound sterling sama-sama menguat pada perdagangan Kamis itu. Euro naik 0,3 persen ke level USD1,1697. Pound sterling juga menguat 0,3 persen, menjadi USD1,3434.

Di sisi lain, yen Jepang justru terlihat melemah. Mata uang ini kembali terdepak mendekati level psikologis 160 per dolar. Pasangan USD/JPY tercatat naik 0,3 persen ke posisi 159,02, menunjukkan pelemahan pada yen.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar