Greenland Tolak Tawaran Kapal Rumah Sakit dari Donald Trump

- Senin, 23 Februari 2026 | 18:35 WIB
Greenland Tolak Tawaran Kapal Rumah Sakit dari Donald Trump

"Penduduk Greenland menerima layanan kesehatan yang mereka butuhkan. Mereka menerimanya di Greenland, atau, jika memerlukan perawatan khusus, mereka menerimanya di Denmark," kata Poulsen kepada penyiar DR.

Ia juga mengaku tidak tahu-menahu soal rencana kedatangan kapal rumah sakit AS itu. Baginya, unggahan Trump hanyalah bagian dari "normal baru" dalam politik internasional. "Trump terus-menerus menulis tentang Greenland di media sosial," ucapnya.

Ada Apa di Balik Pengumuman Ini?

Konteksnya jadi menarik. Pengumuman Trump itu muncul tak lama setelah Komando Arktik Gabungan Denmark mengevakuasi seorang awak kapal selam AS yang membutuhkan perawatan mendesak dari perairan dekat Nuuk. Meski begitu, hubungan langsung antara kedua peristiwa ini belum bisa dipastikan.

Yang jelas, isu ini punya latar belakang politik yang dalam. Greenland, pulau terbesar di dunia yang kaya mineral dan strategis itu, memang sudah lama jadi incaran Trump. Ia pernah secara terbuka menyatakan keinginannya untuk menguasai wilayah semi-otonom di bawah Denmark ini, bahkan dengan ancaman paksa.

Retorika semacam itu tentu memanas-manasi hubungan Washington dengan sekutu NATO-nya di Eropa. Ketegangan sempat mereda setelah ada kesepakatan kerangka kerja dengan Sekjen NATO, tapi embernya belum benar-benar padam.

Baru-baru ini, Raja Denmark Frederik X bahkan berkunjung untuk kedua kalinya dalam setahun ke Greenland. Kunjungan itu dilihat banyak pihak sebagai upaya menunjukkan solidaritas dan persatuan, tepat di tengah desakan-desakan Trump yang terus bergema.

Jadi, soal kapal rumah sakit ini mungkin lebih dari sekadar bantuan kemanusiaan. Ia seperti bagian lain dari drama panjang perebutan pengaruh di Arktik yang dingin, tapi selalu panas diperdebatkan.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar