Menguraikan progres infrastruktur, Irjen Agus menyebutkan bahwa ruas tol yang sudah beroperasi penuh dari Jambi ke Palembang saat ini mencapai 34 kilometer. Sedangkan sisa sepanjang 74 kilometer lainnya ditargetkan segera difungsionalkan menyambut gelombang mudik.
"Jadi tol yang operasional nanti disambung tol yang fungsional. Termasuk yang menuju ke Sumatera Barat, Riau, ini belum terkoneksi tapi sepanjang 19 Km sudah bisa kita lintasi, ini masih dalam pembangunan," jelasnya lebih lanjut.
Dampak Strategis bagi Pemecahan Arus Kendaraan
Keberadaan Tol Trans Sumatera dinilai memiliki peran yang sangat signifikan. Berdasarkan penghitungan sementara, tol ini telah dilintasi sekitar 5.000 kendaraan per hari. Kehadirannya diharapkan dapat efektif memecah kepadatan lalu lintas di jalan arteri.
Untuk itu, kepolisian tidak hanya menyiapkan pengaturan lalu lintas di dalam tol, tetapi juga mengoptimalkan operasi di jalur arteri pendukung. Sinergi ini diharapkan menciptakan kelancaran perjalanan bagi seluruh pemudik yang melintasi wilayah tersebut.
"Ketika tadi kendaraan beroperasi di Trans Sumatera atau arteri sekarang bisa dipecah dengan adanya tol ini sehingga kapasitas volume kendaraan antara arteri dan tol ini tentunya akan memperlancar pemudik nanti yang menuju Palembang, Riau termasuk ke Sumatera Barat. Jadi ini sangat strategis," pungkas Irjen Agus menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Mengenal Biaya Tetap: Pengertian, Jenis, dan Cara Menghitungnya untuk Perencanaan Keuangan Perusahaan
PMI asal Jembrana Ditangkap di Florida Terkait Dugaan Kekerasan Seksual
Bunuh Diri Martim Fernandes Bawa Nottingham Forest Imbangi Porto di Liga Europa
Trump Tegaskan Pasukan AS Tak Akan Ditarik dari Iran Sebelum Kesepakatan Dipatuhi