MURIANETWORK.COM - Bek Persib Bandung, Federico Barba, menegaskan kesiapan penuh timnya untuk menghadapi Ratchaburi FC pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions Asia, Rabu (22/5/2024) malam. Laga yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) ini menjadi penentu nasib Maung Bandung setelah sebelumnya kalah 0-2 di Thailand. Untuk bisa melaju ke perempat final, Persib dituntut meraih kemenangan dengan selisih minimal tiga gol.
Kekuatan Kandang dan Tekad Membalikkan Keadaan
Menjelang laga krusial tersebut, Barba menyoroti keunggulan bermain di depan pendukung sendiri. Pemain asal Italia itu meyakini atmosfer GBLA akan menjadi pendorong semangat bagi skuad Pangeran Biru untuk membalikkan keadaan. Keyakinan itu ia sampaikan dengan tegas.
"Di kandang, kami sangat kuat. Kami ingin memenangkan pertandingan ini dan tentu saja kami akan berjuang habis-habisan untuk melanjutkan langkah ke babak berikutnya," janji Barba dalam rilis resmi yang dikutip dari laman klub.
Tantangan Besar dan Evaluasi Diri
Meski penuh keyakinan, Barba tidak menampik besarnya tantangan yang harus dihadapi. Membalikkan agregat setelah tertinggal dua gol tanpa balas jelas bukan pekerjaan mudah. Namun, ia menegaskan bahwa motivasi di dalam tim sangatlah besar untuk mewujudkan target tersebut.
"Kami tetap percaya pada kemampuan kami," ujarnya menegaskan.
Mantan pemain Como itu juga mengakui bahwa performa di leg pertama jauh dari memuaskan. Menurut analisisnya, sejumlah kesalahan teknis dan taktis menjadi penyebab kekalahan di kandang Ratchaburi. Belajar dari pengalaman itu, tim telah melakukan koreksi mendalam.
"Kami sudah mengevaluasi hal tersebut," pungkas Barba, menutup penjelasannya.
Laga di GBLA nanti diprediksi akan berlangsung panas. Persib tidak punya pilihan selain menyerang sejak menit awal untuk mencetak gol, sementara Ratchaburi bisa bermain lebih menunggu dan memanfaatkan serangan balik. Tekanan mental dan fisik terhadap para pemain akan menjadi faktor penentu di atas lapangan hijau.
Artikel Terkait
AS Tewaskan 11 Orang dalam Serangan ke Kapal Diduga Pengedar Narkoba, Menuai Kritik Hukum Internasional
Elang Alap Kelabu Sulawesi, Predator Penyergap yang Terancam Fragmentasi Habitat
Gubernur DKI Tegas Larang Sweeping Rumah Makan dan SOTR yang Ricuh Saat Ramadan
Drummer Cilik Papua Shelyn Asah Bakat di Panggung dan Pelajari Lima Bahasa