MURIANETWORK.COM - Pasukan militer Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap tiga kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba di perairan Pasifik Timur dan Karibia. Operasi tersebut menewaskan sebelas orang di ketiga kapal, tanpa korban jiwa dari pihak AS. Serangan ini menjadi bagian dari kampanye intensif yang telah berlangsung sejak awal September, yang menuai sorotan dan kritik tajam dari para ahli hukum internasional serta kelompok HAM terkait dasar hukum dan prosedurnya.
Kronologi dan Detail Operasi
Komando Selatan AS mengonfirmasi detail korban jiwa dalam pernyataannya. Serangan terjadi di dua lokasi terpisah dengan korban yang berbeda di setiap kapal.
"Empat orang di kapal pertama di Pasifik Timur, empat orang di kapal kedua di Pasifik Timur, dan tiga orang di kapal ketiga di Karibia. Tidak ada pasukan militer AS yang terluka," jelas pernyataan resmi tersebut.
Video yang dirilis memperlihatkan momen penyerangan. Dua kapal tampak dalam keadaan diam saat dihantam, sementara kapal ketiga terlihat melaju kencang. Pada rekaman itu juga terlihat adanya pergerakan orang di atas geladak sebelum serangan terjadi.
Eskalasi Kampanye dan Polemik Hukum
Operasi ini bukanlah yang pertama. Catatan menunjukkan, sejak awal September, kampanye serupa telah menewaskan lebih dari 140 orang dan menghancurkan puluhan kapal. Pemerintahan saat ini mendeskripsikan aksi ini sebagai bagian dari perang melawan apa yang mereka sebut 'teroris narkoba' yang beroperasi di Amerika Latin.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Lepas Jenazah Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Misi PBB di Lebanon
Empat Pekerja Tewas Terjatuh ke Bak Penampungan Air di Proyek Jagakarsa
Satgas PRR: Data Huntara Diperbarui Berkala untuk Pastikan Tak Ada Warga Tertinggal
Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Tiba di Kulon Progo Usai Gugur dalam Misi UNIFIL