Upaya sosialisasi telah dilakukan guna menyampaikan mekanisme baru ini kepada para wali murid. Komunikasi yang intens diharapkan dapat memastikan kolaborasi yang baik antara sekolah dan keluarga di rumah.
Kepala SD Negeri 197 Muaro Jambi, Netti Samjaya, menjelaskan detail imbauan tersebut. "Kami telah melakukan sosialisasi kepada orang tua siswa terkait perubahan mekanisme pembagian MBG," ujarnya pada Senin, 23 Februari 2026. Ia menambahkan, "Orang tua kami imbau untuk memastikan anak mengkonsumsi menu yang diberikan saat berbuka puasa di rumah."
Menjaga Tujuan Program di Bulan Ramadan
Langkah penyesuaian ini pada dasarnya diambil dengan pertimbangan yang matang. Inti dari program MBG, yaitu pemenuhan gizi anak sekolah, tetap menjadi prioritas utama. Di sisi lain, kebijakan ini juga menunjukkan kepekaan terhadap konteks religius dan kenyamanan psikologis peserta didik yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Dengan pola yang telah diubah, diharapkan manfaat program dapat terus dirasakan tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah di bulan Ramadan. Sinergi antara pihak sekolah dan orang tua di rumah menjadi kunci keberhasilan implementasi kebijakan yang adaptif ini.
Artikel Terkait
Banding Ditolak, Leicester City Tetap Terancam Degradasi Usai Potongan Poin
Kejati DKI Geledah Kementerian PU Terkait Dugaan Korupsi Dana APBN
Pelaku Pencabulan Anak di Tangerang Selatan Ditangkap Setelah Setahun Buron
TNI AU Gelar Upacara Peringatan 80 Tahun di Lanud Sultan Hasanuddin