MURIANETWORK.COM - Perum Bulog berencana membangun gudang logistik di Arab Saudi guna memperkuat pasokan pangan untuk jemaah haji dan umrah Indonesia, serta pasar komersial setempat. Rencana strategis ini mencakup pembangunan fasilitas penyimpanan seluas 2-3 hektar di kawasan Kampung Haji, yang ditargetkan segera direalisasikan untuk meningkatkan efisiensi dan ketahanan pasokan.
Lokasi Strategis dan Dukungan Awal
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa persiapan proyek telah memasuki tahap awal. Timnya telah melakukan survei lokasi dan mendapatkan dukungan terkait penyediaan lahan. Lokasi yang dipilih dinilai sangat strategis, tidak hanya karena dekat dengan pusat kegiatan jemaah, tetapi juga karena status hukumnya yang menguntungkan.
"Kami sudah survei dan disiapkan lahan sekitar 2 sampai 3 hektare di kawasan Kampung Haji," tuturnya usai rapat koordinasi di Jakarta, Senin.
Kapasitas dan Keunggulan Kawasan Berikat
Gudang yang direncanakan akan memiliki kapasitas awal minimal 1.000 ton per unit, dengan ruang untuk pengembangan bertahap menyesuaikan dinamika kebutuhan. Salah satu keunggulan utama lokasi ini adalah penetapannya sebagai kawasan berikat. Status ini memberikan kemudahan, di mana komoditas yang masuk tidak langsung dikenakan pajak hingga didistribusikan ke titik-titik tertentu di wilayah tersebut.
"Di tanah Kampung Haji itu nanti menjadi kawasan berikat," jelas Ahmad Rizal Ramdhani.
Kondisi ini dipandang dapat menekan biaya logistik dan memberikan fleksibilitas dalam manajemen stok.
Target Realisasi dan Dampak yang Diharapkan
Bulog menekankan pentingnya percepatan realisasi pembangunan. Meski saat ini masih menunggu proses persiapan lahan atau land clearing, semangat untuk segera mewujudkan gudang ini sangat kuat. Kehadiran fasilitas penyimpanan modern di jantung Arab Saudi diharapkan menjadi game-changer dalam rantai pasok.
"Untuk target, lebih cepat lebih bagus, as soon as possible," tegasnya.
Dari sudut pandang operasional, gudang ini akan membawa sejumlah manfaat konkret. Efisiensi logistik akan meningkat signifikan karena pengiriman dapat dilakukan dalam skala besar, sementara distribusi ke titik akhir menjadi lebih cepat. Mutu beras juga lebih terjaga selama periode penyimpanan berkat fasilitas yang memadai, sehingga kesinambungan pasokan untuk jutaan jemaah Indonesia dan pasar ritel di Arab Saudi bisa lebih terjamin.
Bagian dari Strategi Ekspansi Jangka Menengah
Inisiatif pembangunan gudang di Timur Tengah ini bukan langkah insidental, melainkan bagian integral dari strategi jangka menengah Bulog untuk memperluas peran Indonesia dalam rantai pasok pangan global. Langkah praktis menuju tujuan itu telah dimulai dengan rencana ekspor beras khusus haji.
Sebagai ekspor perdana beras nasional untuk keperluan tersebut, Bulog akan mengirimkan 2.280 ton beras ke Arab Saudi dalam dua gelombang pengiriman pada akhir Februari dan awal Maret 2026. Langkah ini menjadi fondasi sekaligus uji coba sistem sebelum gudang permanen di Kampung Haji beroperasi penuh, menandai babak baru dalam diplomasi pangan Indonesia.
Artikel Terkait
Analis Soroti Risiko Fiskal di Balik Belanja Negara yang Agresif Awal 2026
Majikan di Bogor Ditahan Usai Aniaya ART karena Tak Sigap Saat Anaknya Jatuh
PDIP Bantah DPR Setujui Rencana Penutupan Minimarket di Desa
Transaksi Crossing Rp 1,83 Triliun Warnai Perdagangan Saham Mayapada Hospital