Sore itu, di kawasan Brawijaya yang tenang, kediaman Jusuf Kalla tampak ramai oleh kedatangan tamu. Sejak pukul empat sore, satu per satu mobil mulai berhenti di depan rumah mantan wakil presiden itu. Mereka yang datang bukan sembarang orang; ada guru besar, peneliti, dan sejumlah praktisi yang namanya tak asing di dunia pemerintahan.
Pertemuan ini, yang digelar Minggu (15/3/2026), berlangsung tertutup. Awak media yang menunggu di luar hanya bisa melihat aktivitas keluar-masuk tamu, tanpa mendapat penjelasan resmi apa pun. Menurut sejumlah saksi, diskusi di dalam ruangan terpusat pada satu isu yang pelik: defisit anggaran yang melanda banyak daerah di Indonesia, baik di tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi.
Agendanya jelas, tapi tidak sederhana: mencari jalan keluar. Mereka berkumpul untuk membedah persoalan dan, mungkin, merumuskan solusi yang bisa dijalankan.
Artikel Terkait
Gelombang Mudik Lebaran 2026 Mulai Padati Terminal Pulo Gebang
85 Truk Kena Tegur dalam Razia Ketat Truk Besar di Sumedang
Polda Sumsel Pisahkan Kendaraan Berat dan Aktifkan Tim Urai Macet untuk Antisipasi Macet Mudik
Gelombang Pemudik Padati Pelabuhan Merak, 48 Ribu Penumpang Tercatat dalam 12 Jam